Sidang Perdana Kasus Unlawfull Killing Ceritakan Pembunuhan 6 Laksar Pengawal HRS

Sidang Perdana Kasus Unlawfull Killing Ceritakan Pembunuhan 6 Laksar Pengawal HRS - inilah.com
Sidang Perdana Unlawfull Killing di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Ilustrasi)

Sidang perdana kasus pembunuhan enam anggota Front Pembela Islam (FPI) digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (18/10/2021) hari ini. Dalam surat dakwaan, terungkap bagaimana cerita pembunuhan para anggota FPI oleh tiga anggota Resmob Polda Metro Jaya.

Duduk sebagai terdakwa yakni Briptu Fikri Ramadhan, Ipda Yusmin Ohorella, dan Ipda Elwira. Ketiganya didakwa menembak mati enam anggota FPI pengawal Habib Rizieq Shihab pada 7 Desember 2020 dini hari, di Kilometer (Km) 50 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat (Jabar).

Dalam surat dakwaan, ada 19 luka bekas peluru yang bersarang ditubuh enam korban Laksar FPI. Masing-masing mereka ditembak mati minimal sedikitnya dua kali menggunakan peluru tajam.”Luka peluru, berada di areal vital, seperti dada, pelipis mata, dan bagian pinggiran tulang paru-paru, serta lengan. Ada dua lokasi pembunuhan dari rentetan kasus yang menurut Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu, sebagai unlawfull killing,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Zet Tadung Allo di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. 

Pembunuhan pertama, terhadap Faiz Ahmad Syukur (22 tahun), dan Andi Oktiawan (33). Dua pemuda itu ditembak di Rest Area Km 50 saat terjadi aksi kejar-kejaran di tol. Aksi saling kejar-mengejar itu berujung pada perlawanan dan saling serang tembak-menembak dengan senjata api.

Baca juga  Pakai Tas Louis Vuitton Seharga 41 Juta ke DPR, 'Anak Jenderal' Minta Maaf ke Arteria Dahlan

Dua anggota laskar tersebut, dikatakan jaksa, berusaha melawan empat anggota kepolisian, Bripka Faisal Khasbi Alaeya sebagai supir, dan terdakwa Briptu Fikri, Ipda Elwira, bersama Ipda Yusmin. Bripka Faisal disebut dalam dakwaan, yang pertama kali melepas tembakan ke arah mobil FPI. Dua kali dia melepaskan peluru tajam. Ke arah udara, sebagai peringatan, dan ke bagian ban kendaraan laskar FPI agar dipaksa berhenti.

Tembakan ke arah mobil FPI juga dilakukan oleh Ipda Elwira dengan menyasar ke arah bagian penumpang di dalam mobil FPI. Ia menggunakan pistol Sig Sauer 9 Mm. Ipda Yusmin, dan Briptu Fikri pun disebut ikut melepaskan tembakan dengan jenis pistol serupa ke arah penumpang di dalam mobil FPI yang sedang kejar-mengejar itu.

Namun, pistol milik Ipda Yusmin macet. Dikatakan jaksa, Ipda Yusmin, pun mengambil pistol milik Bripka Faisal yang terselip di bagian paha, dan kembali menembaki mobil FPI.”Terdakwa Ipda Yusmin Ohorella, melakukan penembakan beberapa kali, yang diikuti juga terdakwa Ipda Fikri Ramadhan, turut melakukan penembakan dengan senjata api CZ C063937 Kal 9 Mm ke arah penumpang mobil FPI, dengan jarak tembak sekitar satu meter,” kata jaksa.

Baca juga  Polda Metro Sebut Tim Jaguar dan Sejenisnya Tak Dibubarkan, Tapi Diperkuat

Tiga peluru yang bersarang, menewaskan Andi Oktiawan. Dari hasil visum, luka tembak tersebut terdeteksi dua peluru masuk bagian dada depan, dan satu peluru masuk ke bagian pelipis mata kiri. Rentetan tembakan dari Ipda Elwira, Ipda Yusmin, dan Briptu Fikri, juga menyarangkan tiga peluru yang membuat Faiz Ahmad Syukur tewas. Dari hasil visum, kata jaksa, ditemukan dua luka tembak di dada kiri, dan satu peluru masuk ke bagian lengan bawah.

Sedangkan lokasi pembunuhan kedua, berada di Km 50+ 200 meter. Dikatakan jaksa, Ipda Yusmin, bersama Ipda Elwira, dan Briptu Fikri membawa empat anggota FPI lainnya ke dalam sebuah mobil Xenia B 1519 UTI. Keempat anggota FPI, yakni Muhammad Reza (20), Akhmad Sofiyan (26), Muhammad Suci Khadavi Poetra (21), dan Luthfi Hakim (25). Keempat pemuda tersebut, saat digiring ke dalam mobil polisi, masih dalam kondisi yang hidup.

“Bahwa keempat orang anggota FPI yang dipindahkan ke mobil Xenia B 1519 UTI tersebut, dilakukan dengan cara dimasukkan melalui pintu bagasi belakang, dan diperintahkan agar duduk secara jongkok, di atas kursi yang terlibat,” ujar Tadung melanjutkan dakwaannya.

Baca juga  Terus Bertambah, Penerima Vaksin Lengkap di Indonesia Capai 36,8 Juta Orang

Baru sebentar mobil berjalan, Reza yang duduk jongkok persis di belakang Briptu Fikri, nekat melakukan penyerangan.”Seketika Muhammad Reza, mencekik leher Briptu Fikri,” terang Tadung dalam dakwaannya. Luthfi Hakim, yang duduk di sebelah Briptu Fikri, pun ikut membantu Muhammad Reza.”Luthfi Hakim, berusaha untuk merebut senjata api milik Briptu Fikri,” terang jaksa.

Briptu Fikri meminta tolong dengan berteriak-teriak kepada Ipda Yusmin, dan Ipda Elwira yang berada di kursi depan.”Ipda Elwira menembak Luthfi Hakim, dengan senjatanya sebanyak empat kali,” beber jaksa.

Ipda Elwira kemudian mengarahkan tembakan ke arah Akhmad Sofiyan yang duduk di belakang tengah sebanyak dua kali tembakan. Tersisa dua anggota laskar FPI yang masih hidup. Yakni, Muhammad Suci Khadavi, dan Muhammad Reza.

Keduanya menyerah tak melakukan perlawanan. Namun, Briptu Fikri akhirnya menghabisi nyawa dua laskar FPI tersisa itu.”Entah apa yang ada dalam benak Briptu Fikri, tanpa rasa belas kasihan, dengan sengaja merampas nyawa orang lain,” tandas jaksa.

Tinggalkan Komentar