Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Sikapi Tuduhan SBY, Waketum PAN: Capres Belum Ada kok Demokrat Dijegal?

Minggu, 18 Sep 2022 - 11:31 WIB
Pan amanat indonesia - inilah.com
Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi, sebut deklarasi Amanat Indonesia bukan mewakili suara partai, Kamis (24/11/2022) (Foto: Arsip)

Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi menyayangkan tuduhan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang seolah menebar teror politik dan gerakan penjegalan pada Pilpres 2024. Terlebih, SBY mendramatisir dengan menyebut adanya invisible power dan invisible hand untuk menjegal seseorang maju pada Pilpres 2024.

“Partai Demokrat janganlah membangun opini bahwa seakan-akan ada teror politik melalui gerakan penjegalan seseorang yang berniat maju di pilpres, yang memakai invisible power, invisible hand, atau istilah dramatis lainnya,” kata Viva, kepada Inilah.com, di Jakarta, Minggu (18/9/2022).

Viva menilai,  SBY overacting (berlebihan) dengan menyebutkan adanya upaya menjegal Demokrat selaku oposisi. Sebab, sejauh ini belum ada partai politik yang mengumumkan secara resmi capres-cawapres yang bakal diusung pada 2024 mendatang. Dengan berseloroh dia menganggap pernyataan SBY tersebut tidak logis.

Baca juga
Pemilu Curang, Ibarat Kentut, Tercium tapi tak Terlihat

“Bagaimana mau dijegal? lha dari partai politiknya juga belum mengumumkan siapa nama yang akan diusung di pilpres 2024? Hehehe,” katanya sambil terkekeh.

Dia juga mengingatkan agar Partai Demokrat tak perlu takut ketinggalan kereta, sebab sampai sejauh ini sudah ada tiga poros koalisi ditinjau dari pemenuhan syarat ambang batas pencalnan presiden. Diantaranya, Koalisi Indonesia Bersatu yang digagas Partai Golkar, PAN dan PPP. Kemudian, Partai Gerindra dan PKB. Lalu PDI Perjuangan.

“Kondisi saat ini sudah ada tiga poros yang secara matematis dapat lolos memenuhi persyaratan presidential threshold 20% kursi DPR RI sesuai pasal 222 UU No 7 tahun 2017, yaitu KIB, PDI Perjuangan, dan Koalisi Gerindra-PKB,” jelas dia.

Baca juga
Relawan Gencar Lakukan Sosialisasi untuk Muluskan Langkah Erick Thohir di 2024

Untuk itu, Viva mengungkapkan, Partai Demokrat masih memiliki peluang untuk menjalin kerja sama dengan tiga poros yang sudah ada atau menjalin kerja sama dengan Partai NasDem dan PKS yang masih belum membentuk koalisi.  Apalagi, dari poros-poros yang terbentuk belum secara resmi mengumumkan capres dan cawapres yang hendak diusung, sehingga Partai Demokrat tak perlu khawatir dijegal karena dinamika politik masih begitu cair menuju Pilpres 2024.

“Tiga poros ini belum secara resmi mengumumkan nama-nama paslon capres dan cawapres di pilpres 2024. Masih cair dan dinamis,” pungkasnya. “Yang belum menentukan koalisinya adalah Nasdem, PD, dan PKS,” lanjut Viva.

Baca juga
Capres Perempuan Punya Popularitas Tanpa Taji

 

Tinggalkan Komentar