Jumat, 01 Juli 2022
03 1444

Sikapi Wacana Reshuffle, Nasdem Tak Soal Menterinya Dicopot

Jumat, 10 Jun 2022 - 13:19 WIB
Jokowi5 - inilah.com
Partai Nasdem tidak mempersoalkan jika kadernya yang duduk di kabinet diganti. Nasdem berkomitmen mengawal pemerintah Jokowi. Foto: Antara

Partai Nasdem tidak mempersoalkan jika tiga kader yang duduk di kabinet harus diganti. Sejak awal, parpol besutan Surya Paloh menghormati hak prerogatif Presiden Jokowi dalam mengangkat dan memberhentikan anggota kabinet.

Ketua DPP Nasdem, Martin Manurung, menegaskan hal itu ketika disinggung mengenai wacana reshuffle yang selalu muncul dan tenggelam. “Nasdem sejak dulu selalu bersikap bahwa reshuffle merupakan domain dan hak prerogatif Presiden,” katanya, kepada Inilah.com, di Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Dalam periode kedua pemerintahan Jokowi, Nasdem menempatkan tiga kader terbaiknya sebagai anggota kabinet yakni Johnny G Plate, Syahrul Yasin Limpo dan Siti Nurbaya. Menurut Martin, apapun risikonya, Nasdem tetap berkomitmen mengawal pemerintahan Jokowi hingga akhir periode menjabat.

Baca juga
Pengerahan Kades Dukung Jokowi 3 Periode Gaya Orde Baru

Wacana reshuffle muncul setelah Mensesneg Pratikno menyatakan Presiden Jokowi bakal melakukan perombakan kabinet pada 15 Juni 2022. Belakangan Presiden Jokowi membantah pernyataan pembantunya itu.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai sudah sewajarnya Jokowi merombak kabinet karena adanya pos menteri yang tidak berkinerja baik. Lambannya reshuffle justru bisa membawa dampak buruk bagi pemerintahan periode kedua Jokowi.

Ujang menilai, kondisi perpolitikan sekarang ini tergolong stabil. Artinya, Jokowi tidak memiliki hambatan untuk mengganti menteri.

“Tidak akan (mengganggu stabilitas politik). Karena saat ini kondisi sosial politik sedang stabil,” ujar Ujang.

Secara terpisah,Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes meragukan Jokowi bakal merombak kabinet pada dua tahun sisa jabatan. Alasannya, Jokowi butuh stabilitas politik..

Baca juga
Presiden Jokowi Resmikan Bandara Ngloram di Cepu

“Masa waktu sisa periode lebih 1-2 tahun itu terlalu beresiko untuk reshuffle yang efeknya merembet pada dukungan (Jokowi) di parlemen. Reshuffle kecil kemungkinan dilakukan Presiden,” ungkap Arya. [WIN]

Tinggalkan Komentar