Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Simbol Bintang di Gatotkaca Sudah jadi Ciri Khas Lama

Gatotkaca - inilah.com
Foto ilustrasi: Picmyna

Hanung Bramantyo sebagai Sutradara film Satria Dewa: Gatotkaca menegaskan, simbol bintang yang terdapat pada pakaian Gatotkaca sudah menjadi ciri khas tokoh wayang tersebut sejak lama.

Hanung mengungkapkan, simbol tersebut bukan hanya miliki Marvel.

Sebelumnya, simbol bintang dalam film Satria Dewa: Gatotkaca menjadi bahan perdebatan warganet di media sosial. Mereka menyebut simbol tersebut mirip dengan Captain Marvel.

Hanung menegaskan pihaknya hanya mereproduksi apa yang sudah dimiliki oleh karakter Gatotkaca dalam pewayangan.

“Buat saya, fans-nya Marvel boleh saja mengklaim bahwa itu adalah logonya Marvel. Tetapi yang namanya bintang itu bisa milik siapapun. Apalagi pada saat saya membuat film Gatotkaca, bintang itu sudah menjadi simbolnya Gatotkaca. Umurnya sudah lama sekali,” kata Hanung seperti yang dikutip dari ANTARA, Jakarta, Kamis, (24/02/2022).

Baca juga
Tolak Vaksin, 2 Juta Orang di-Lockdown plus Diancam Denda

Masih menurutnya, terdapat tiga ciri khas dari Gatotkaca yang tidak pernah hilang meski telah direporduksi berkali-kali. Semuanya selalu berkembang sesuai dengan zaman.

Ciri khas tersebut antara lain sayap, kumis, dan bintang.

Menurut Hanung, dirinya bersama Dewa Satria Studio tidak menghilangkan ketiga ciri khas tersebut.

“Kami memutuskan untuk menggunakan bintang segi delapan. Tapi bahwa bintang itu mengambil dari Captain Marvel atau dari apa, tidak. Kami memang menggunakan simbolnya Gatotkaca. Takutnya kalau kami menghilangkan itu, identitas Gatotkacanya hilang dan saya diprotes sama fans-nya wayang Gatotkaca,” papar Hanung.

Ia menilai bahwa dunia hiburan mirip dengan dunia politik. Hanung mengutip perkataan Winston Churchill yang menyebutkan sejarah bisa ditulis oleh para pemenang. Menurutnya, analogi tersebut juga terjadi pada dunia hiburan.

Baca juga
Belum Sampai Tiga Bulan Bebas, Jeff Smith Kembali Terjerat Kasus Narkoba

“Dunia hiburan itu sama seperti politik bahwa siapa yang punya follower banyak, itu yang menang. Marvel kan follower-nya sudah banyak. (Di dunia) hiburan kan siapapun yang punya follower banyak, dia berkuasa,” ujarnya.

Bagi Hanung, seni wayang bukan sekadar dilihat dari bentuknya saja, melainkan yang lebih penting adalah nilai-nilai kehidupan manusia yang tecermin di dalamnya, termasuk tentang bagaimana hubungan antar tokoh wayang.

“Wayang itu lahir karena nilainya bagus banget, nilai-nilai falsafah yang sangat berpengaruh pada hidup manusia,” tuturnya.

Ia berharap nantinya film Satria Dewa: Gatotkaca menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Harapan tersebut, menurutnya, juga paling tidak tersimpan dalam benak pecinta Marvel dan DC.

Baca juga
Kontroversi Warkopi, Warkop DKI Rugi

“Saya percaya sekali ketika menonton Marvel dan DC mereka berharap, ‘Coba orang Indonesia bisa membuat film kayak begini’. Harapan itu sebisa mungkin akan kami realisasikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar