Minggu, 27 November 2022
03 Jumadil Awwal 1444

Singapura Naikkan Suku Bunga dan Perketat Pembiayaan KPR

Jumat, 30 Sep 2022 - 16:50 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Singapura Naikkan Suku Bunga dan Perketat Pemberian Pembiayaan KPR
Singapura dalam ancaman krisis/ Foto: ist

Singapura mengeluarkan kebijakan pengetatan batas pinjaman perumahan atau KPR (Kredit Pinjaman Perumahan). Pengetatan ini menjadi salah satu paket kebijakan dari Pemerintah Singapura untuk pasar properti.

“Langkah ini akan memastikan peminjaman yang hati-hati dan menghindari kesulitan di masa depan dalam melayani pinjaman rumah,” kata Bank Sentral Singapura, Kementerian Pembangunan Nasional, dan Dewan Perumahan & Pembangunan dalam sebuah pernyataan bersama pada Kamis (29/9/2022).

Pengetatan KPR ini sekaligus untuk menurunkan jumlah pinjaman pemerintah Singapura yang tersedia untuk pembelian perumahaan umum yang mulai berlaku pada hari ini, Jumat (30/9).

Selain itu tingkat suku bunga dalam perhitungan pinjaman bank juga dinaikkan. Hal ini akan mengurangi jumlah pinjaman yang dapat diperoleh seseorang sehubungan dengan tingkat pendapatan mereka saat membeli dari pasar properti publik atau swasta.

Baca juga
Penuhi Kebutuhan Hunian, Bank Mandiri Gelar Pameran Properti Online

Sebelumnya, Reuters melaporkan penjualan apartemen perumahan umum di Singapura mencatatkan rekor penjualan sebesar 1 juta dolar Singapura atau setera Rp10,6 miliar.

“Pemerintah menerapkan paket luas langkah-langkah pendinginan Desember lalu, tetapi masih ada momentum kenaikan yang jelas dalam harga perumahan publik yang meningkat lebih dari 5 persen sejak saat itu hingga akhir kuartal kedua tahun ini,” kata pihak berwenang.

Sementara itu, harga rumah pribadi juga naik 3,5 persen pada kuartal kedua, lima kali lipat dari kenaikan 0,7 persen pada kuartal sebelumnya.

Pihak berwenang mengatakan dalam pernyataan Kamis bahwa suku bunga telah meningkat secara signifikan dan kemungkinan akan naik lebih jauh.

Baca juga
Rupiah Bisa Bangkit di Tengah Kecemasan Resesi Global

“Kami mendesak rumah tangga untuk berhati-hati sebelum mengambil pinjaman baru, dan memastikan kemampuan membayar utang mereka sebelum membuat komitmen keuangan jangka panjang,” tambahnya.

Menanggapi kebijakan ini, Ekonom OCBC Selena Ling mengakatan langkah pemerintah sangat bijaksana dan dapat memperlambat laju apresiasi harga. Selain itu langkah tersebut akan berdampak lebih kecil pada investor asing karena mereka lebih terbiasa dengan situasi suku bunga global atau kurang bergantung pada pinjaman.

Sebagai informasi, banyak bank sentral di seluruh dunia telah menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi. Di Singapura, suku bunga hipotek bank ditentukan oleh bank komersial. Tiga bank lokal dalam beberapa pekan terakhir telah menghapus sementara pinjaman rumah dengan suku bunga tetap.

Baca juga
Diserang Inflasi Tinggi, Ekonomi Negeri Singa Terancam Resesi

Tingkat inflasi bulanan Singapura tetap tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Para ekonom secara luas memperkirakan bank sentral akan memperketat kebijakan pada tinjauan yang dijadwalkan Oktober mendatang.

Tinggalkan Komentar