Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Singgung Firli, Novel: Malu Atau Malah Bangga Sih?

Singgung Firli, Novel: Malu Atau Malah Bangga Sih?
Ketua KPK Firli Bahuri

Mantan Penyidik KPK Novel Baswedan singgung Firli Bahuri ihwal maraknya pemberitaan tentangnya di luar pemberantasan korupsi.

Novel yang kini menjadi ASN Polri mencuit bahwa selama Firli menjabat, banyak kontroversi yang terjadi hingga membuat gaduh.

“Baru kali ini Ketua KPK beberapa tindakannya diindikasikan Korup. Helikopter, Baliho, SMS blast, Hymne/Mars KPK, dsb. Malu atau malah bangga sih? @KPK_RI @firlibahuri,” kata Novel Baswedan dalam cuitannya di Twitter @nazaqistsha.

Hymne atau mars dan baliho adalah berita terbaru terkait Firli Bahuri. Ketua KPK itu memberikan penghargaan kepada istrinya Ardina safitri. Tak selang lama, baliho besar dengan wajah Firli Bahuri lengkap dengan pesan antikorupsi mejeng di pinggir jalan hingga jadi sorotan.

Baca juga
Eks Pegawai KPK Laporkan Firli Bahuri Terkait Penggunaan SMS Blast

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, lagu mars dan hymne KPK bisa menjadi inspirasi dalam bekerja memberantas korupsi.

“Lirik dalam lagu ini diharapkan bisa menjadi inspirasi seluruh insan KPK dalam bekerja dan menguatkan kecintaan kita pada bangsa Indonesia,” kata Firli.

Firli menyebut, mars dan hymne KPK akan semakin menambah kebanggaan setiap insan KPK dalam melaksanakan tugasnya.

“Kebanggaan bagi seorang warga negara adalah bisa turut berbakti dan berkontribusi, sekecil apa pun, sesederhana apa pun demi ikut memajukan dan menyejahterakan bangsanya, salah satunya melalui pemberantasan korupsi,” kata Ardina.

Baca juga
KPK Tak Masalah Jika Ikut Pindah ke Nusantara

Sindiran terhadap baliho Firli Bahuri juga mendapat sambutan sinis dari mantan pegawai KPK lainnya Tata Khoiriyah. Menurut Tata, saat ia masih bekerka di humas KPK, pembuatan promo kampanye, baliho atau peransos soal pemberantasan korupsi tidak menyertakan foto pejabat atau pimpinan.

Tata yang pernah bekerja sebagai staf humas KPK itu mengatakan, sudah menjadi sebuah kesepakatan tak tertulis, dan media promo kampanye tersebut murni pesan antikorupsi.

“Sekarang, nampang dimana2. Foto pimpinan cuma 1, pimpinan 4 lainnya kemana ya?,” kata Tata dalam cuitannya @tatakhoiriyah pada Jumat (18/2/2022).

Tinggalkan Komentar