Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Singgung Nasib Konflik Timur Tengah, Pemain Turki Ogah Pakai Kaus Damai Ukraina

Aykut Demir Pemain Turki- inilah.com
Foto ERzurum Post

Pemain asal Turki Aykut Demir memutuskan menolak untuk mengenakan kaus bertuliskan ‘No War’ dalam laga Erzurumspor lawan Ankaragucu. Ia punya alasan kuat di balik hal tersebut.
Jelang duel kedua tim yang berlaga di divisi dua Liga Turki tersebut, para pemain mengenakan kaus bertuliskan ‘Savasa Hayir No War’ yang merujuk pada penolakan invasi Rusia ke Ukraina.

Dalam aksi solidaritas itu, Demir memutuskan tidak mengenakan kaus tersebut seperti rekan-rekan setim lainnya.

Aykut Demir Savasa Hayir Tisortunu Reddetti 1645980738 - inilah.com

“Ribuan orang meninggal setiap hari di Timur Tengah. Saya juga merasa sedih. Saya merasakan kesedihan dari orang-orang yang tak bersalah tersebut.”

Baca juga
Tangis Mourinho Warnai Keberhasilan AS Roma ke Final Europa Conference League

“Mereka yang mengabaikan penganiayaan di sana [Timur Tengah] kini melakukan hal seperti in [aksi solidaritas] ketika terjadi di Eropa. Saya tidak ingin mengenakan kaus tersebut karena kaus itu tidak ditujukan pada negara-negara itu [Timur Tengah],” kata Demir mengutip erzurumpost.

Demir saat ini sudah berusia 33 tahun dan sempat mengecap atmosfer kompetisi di Belanda bersama NAC Breda dan Excelsior. Ia memulai karier sepak bola profesionalnya di Belanda yang merupakan tempatnya lahir.

Sejak Rusia melakukan invasi ke Ukraina, aksi solidaritas diperlihatkan berbagai pihak termasuk di dunia sepak bola. Dukungan untuk Ukraina mengalir dan hal itu terlihat di berbagai kompetisi Eropa yang digelar pekan lalu.

Baca juga
Operasi Militer Rusia di Ukraina, PBNU Serukan Gencatan Senjata

FIFA dan UEFA sendiri sudah ikut mengambil tindakan tegas untuk Rusia. Mereka kini menjatuhkan sanksi melarang tim nasional Rusia dan klub Rusia berpartisipasi di kompetisi internasional.

Dengan demikian, timnas Rusia tidak akan bisa berlaga di play-off Piala Dunia. Awalnya, Rusia dijadwalkan menghadapi Polandia.

Tinggalkan Komentar