Singsingkan Lengan Baju, Gubernur Anies Tak Mau Warga Jakarta Kebanjiran

Singsingkan Lengan Baju, Gubernur Anies Tak Mau Warga Jakarta Kebanjiran - inilah.com

Sejak September lalu, curah hujan di DKI Jakarta mengalami peningkatan. Kini, memasuki Oktober, bisa jadi eskalasinya meningkat. Syukur Alhamdulillah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah melakukan banyak upaya guna mencegah terjadinya banjir.

Dan, Gubernur DKI Anies Baswedan rela menyingsingkan lengan bagu guna memantau pengerukan Kali Krukut di Jalan Jenderal Sudirman, Kavling 34-35, Kelurahan Karet Tengsin, Jakarta Pusat.

Dia pun rela meninggalkan kursi empuk, meninjau pelaksanaan kegiatan Grebek Lumpur, mengantisipasi banjir. “Kami ingin memastikan, semua yang sudah dilakukan Pemprov DKI Jakarta saat musim penghujan bisa dikerjakan dengan tuntas,” paparnya.

Kata Gubernur Anies, kegiatan Grebek Lumpur Kali Krukut ini, sekaligus pembersihan gorong-gorong dan pengerukan waduk di mana banyak sampah dan lumpur yang menyebabkan banjir.

Baca juga  Sebulan Terendam Banjir, Warga Sintang Butuh Perahu

Dia bilang, untuk mencegah banjir, Pemprov DKI melakukan pengerukan sedimen lumpur, dan sampah menggunakan alat berat. Kegiatan ini berlangsung serentak di lima wilayah DKI Jakarta.  

Gubernur Anies berharap, material sedimentasi yang diangkut berakibat pada tidak terjadi hambatan dalam aliran. “Harapannya kita bisa menghadapi musim penghujan besok dengan keadaan terhindar dari banjir,” jelasnya.

Selain pengerukan kali dan gorong-gorong, Gubernur Anies meminta jajaran Dinas SDA DKI Jakarta, dan Suku Dinas SDA di wilayah, untuk menyiapkan pompa-pompa air.

“Semua pompa air akan melewati perawatan, sama seperti motor. Kalau punya motor ada masanya busi diganti, masa diservis. Itu hal rutin yang dikerjakan, yang penting pada saat memasuki musim penghujan semuanya berfungsi aman,” ujar orang nomor satu di DKI Jakarta ini.

Baca juga  Wagub DKI Respon Kritikan Plt Ketum PSI Giring: Tidak Bijak

Di lapangan, proses pengerukan lumpur mengerahkan lima alat berat. Empat di antaranya diterjunkan ke Kali Krukut untuk menggali lumpur. Sedangkan satu ekskavator difungsikan untuk mengangkut material ke truk.

Saat berada di bantaran kali, Gubernur Anies berbincang dengan Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Pusat Abdul Rauf Gaffar. Dia juga mengecek kesiapaan sarana-prasarana seperti truk pengangkut dan alat berat yang terparkir di lokasi.

Sementara, Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, menjelaskan, kegiatan Grebek Lumpur ini merupakan kerja sama Dinas SDA DKI Jakarta, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung (BBWSC), dan Pemkot Jakarta Pusat melalui Suku Dinas SDA Jakarta Pusat.

Baca juga  Anies Bangga Jakarta Terpilih Jadi Kota Sastra Dunia

“Kegiatan melibatkan 100 personel untuk penanggulangan pencegahan dampak dari musim penghujan,” kata Dhany.

Luas areal yang dikeruk mencapai 700 meter-persegi, dengan kedalaman 1,5 meter. Pengerukan di titik ini dipilih karena menjadi sumber limpasan air dan berimbas ke Jalan Bendungan Hilir serta RW 07 dan RW 02 Karet Tengsin.

“Semuanya limpasan dari Kali Krukut. Ini terjadi karena adanya sedimentasi,” jelas Dhany.  

Selain sedimentasi, lanjut dia, potensi banjir di Jakarta Pusat ditimbulkan dari belum optimalnya turap yang dibangun dan fungsi pompa air.

“Kita akan melakukan peninggian turap dan tanggul di sampingnya. Kemudian seluruh pompa air itu benar-benar berfungsi dengan baik dan juga pintu-pintu air itu bebas dari segala macam sumbatan,” ungkap Dhany.

Tinggalkan Komentar