Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Sinyal Suku Bunga AS Naik Agresif, IHSG Siap-siap Tiarap

Sinyal Suku Bunga AS Naik Agresif, IHSG Siap-siap Tiarap - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (22/3/2022) berpeluang melemah seiring pelemahan beberapa harga komoditas dan sinyal agresif kenaikan suku bunga acuan the Fed. Beberapa saham mendapat rekomendasi jual dan beli. Apa saja?

Kepala riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, laju IHSG hari ini mendapat beberapa katalis negatif. “Salah satunya adalah dengan kembali turunnya beberapa harga komoditas,” katanya dalam riset yang rilis di Jakarta, Selasa (22/3/2022).

Harga batu bara kembali turun tajam di hari ke-8 sebesar 8,08% dan berlanjutnya kejatuhan tajam harga Nikel di hari ke-5 sebesar 15%.

“Semua itu terjadi di tengah cukup tajamnya kejatuhan Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) sebesar 0,58% serta kembali naiknya yield obligasi AS tenor 10 tahun sebesar 6,94%,” papar dia.

Baca juga
Migor Langka, Megawati Minta Rakyat Rebus Makanan Lebih Sehat

Kombinasi sentimen negatif terjadi setelah Senin, Chairman The Fed, Jeremy Powell, mengatakan akan lebih agresif menaikkan suku bunga acuan the Fed atau Fed Fund Rate alias FFR pada pertemuan The Fed selanjutnya.

“FFR diperkirakan naik 50 bps dan berpotensi menjadi sentimen negatif pendorong turun IHSG dalam perdagangan Selasa ini,” ungkap dia. “IHSG memiliki support di 6.917 dan resistance di 7.014.”

Rekomendasi Jual

  1. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
  2. PT Adaro Energy Tbk (ADRO)
  3. Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
  4. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
  5. Saham PT Harum Energy Tbk (HRUM)
  6. PT Indika Energy Tbk (INDY)
  7. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

Saham-saham Pilihan

Di atas semua itu, ia menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:

  1. PT Astra International Tbk (ASII) dalam kisaran support 6.275 dan resistance 6,925. Indikator teknikal menunjukkan sinyal strong buy dan overbought. Rekomendasi beli di 6.600 dengan target harga di 6.925 dan stop-loss di 6.275.
  2. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dalam kisaran support 3.430 dan resistance 3.790. Indikator teknikal menunjukkan sinyal buy. Rekomendasi beli di 3.610 dengan target harga di 3.790 dan stop-loss di 3.430.
  3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dalam kisaran support 3.290 dan resistance 3.630. Indikator teknikal menunjukkan sinyal neutral. Rekomendasi beli di 3.460 dengan target harga di 3.630 dan stop-loss di 3.290.
  4. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dalam kisaran support 480 dan resistance 540. Indikator teknikal menunjukkan sinyal strong buy. Rekomendasi beli di 510 dengan target harga di 540 dan stop-loss di 480.
  5. PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) dalam kisaran support 665 dan resistance 735. Indikator teknikal menunjukkan sinyal buy. Rekomendasi beli di 700 dengan target harga di 735 dan stop-loss di 665.
  6. Rekomendasi beli juga berlaku untuk saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).
Baca juga
IHSG Coba Merangsek Naik di Tengah Sentimen Omicron dan Normalisasi Kebijakan Moneter AS

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar