Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Siswi SMP Terseret Banjir Bandang di Sumedang Ditemukan Sejauh 82 Km

banjir bandang sumedang

Seorang remaja putri terseret arus Sungai Cihonje saat terjadi banjir bandang di Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang ditemukan dalam kondisi meninggal di daerah Indramayu, Jawa Barat atau sejauh 82 km dari lokasi awal korban hilang.

“Korban terseret arus di Sungai Cihonje, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang ditemukan meninggal dunia,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung Deden Ridwansyah, Minggu (8/5/2022).

Ia menuturkan korban bernama Aira Dwi Rahmayuda (13) warga asal Kabupaten Indramayu dilaporkan terseret arus Sungai Cihonje saat banjir bandang di Sumedang Selatan pada Rabu (4/5/2022).

Tim SAR yang mendapatkan informasi adanya warga yang terseret arus sungai langsung melakukan pencarian, hingga akhirnya hari keempat pencarian berhasil menemukan korban di Indrayamu, Sabtu (7/5/2022) malam.

Baca juga
Jurus Mangkir Sang Bendahara PBNU

“Potensi SAR Indramayu menemukan jenazah dengan ciri-ciri anak perempuan berusia 13 tahun di wilayah Indramayu dengan titik koordinat jarak dari lokasi kejadian awal sejauh 82 km,” katanya.

Ia menyampaikan jenazah korban itu langsung dibawa ke RSUD Bhayangkara Indramayu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan memberitahukan kepada keluarga korban untuk memastikan bahwa korban yang hilang di Sungai Cihonje, Sumedang.

Keluarga korban yang datang mengecek langsung ke RSUD Bhayangkara Indramayu membenarkan bahwa jenazah tersebut merupakan siswi SMP bernama Aira Dwi Rahmayuda yang terbawa arus Sungai Cihonje.

“Keluarga korban tiba di RSUD Bhayangkara dan menyatakan bahwa jenazah yang ditemukan di Indramayu adalah anaknya,” katanya.

Baca juga
Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang di Malang Disetop

Deden menyampaikan setelah ditemukannya korban maka operasi pencarian korban ditutup dan seluruh tim SAR yang terlibat dalam pencarian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Tim SAR gabungan yang terlibat yakni unsur Basarnas Bandung, kepolisian, TNI, dinas terkait dari Pemkab Sumedang dan Indramayu, PMI, Tagana, Wanadri, BBWS Citarum dan sukarelawan dari komunitas maupun masyarakat.

Tinggalkan Komentar