Sita 791 Kotak Amal, Densus Sebut Teroris JI Lampung Mampu Kumpulkan Rp 70 Juta Perbulan

Sita 791 Kotak Amal, Densus Sebut Teroris JI Lampung Mampu Kumpulkan Rp 70 Juta Perbulan - inilah.com
Densus 88 Antiteror Menyita Ratusan Kotak Amal yang digunakan jaringan teroris Lampung untuk mencari dana

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyita ratusan kotak amal selama melakukan operasi penangkapan terhadap sejumlah tersangka kasus terorisme di Lampung dalam tiga hari terakhir.

Dalam penangkapan itu ada tiga tersangka yang diamankan. Mereka merupakan sejumlah petinggi di yayasan amal bernama Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

“Densus 88 juga menyita 791 kotak amal, sejumlah uang dan barang lainnya. Kotak amal yang disita adalah milik Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurahman bin Auf (LAZ BM ABA),” kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad kepada wartawan, Rabu (3/11/2021).

Baca juga  Sebulan Terendam Banjir, Warga Sintang Butuh Perahu

Pandra mengatakan bahwa ratusan kotak amal disita dari sebuah rumah di Jalan Mahoni I,LK I, RT 06, Way Halim Permai,Way Halim, Bandar Lampung.

Penangkapan tiga teroris di Lampung merupakan bagian pengembangan dari penangkapan jaringan lain di Jakarta dan Medan. Kini, kata dia, penyidik Densus masih melakukan pengembangan lebih lanjut atas temuan lainnya.

“Semua barang bukti dan tiga orang terduga diamankan untuk dikembangkan,” ucapnya.

Sebagai informasi, salah satu petinggi LAZ BM ABA yang ditangkap ialah Ketua yang menjabat hingga saat ini bernama Ir S. Kemudian, Densus juga menangkap seorang PNS yang bekerja sebagai Kepala Sekolah di salah satu SDN di Lampung berinisial DRS.

Baca juga  Edarkan Kotak Amal Harus Izin?

Dari hasil pemeriksaan, terduga teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di Provinsi Lampung ini mampu mengumpulkan dana hingga puluhan juta dari modus menyebar ratusan kotak amal.

“Setiap bulan rata-rata untuk BM ABA Lampung mampu menghimpun dana sebesar 70 juta per bulan,” terang Kabag Bantuan Operasi Densus 88, Kombes Aswin Siregar, di Jakarta, hari ini Kamis (4/11/2021).

Dana tersebut disebut Densus nantinya akan digunakan untuk mengirim kader-kader JI ke sejumlah negara syam atau konflik untuk melakukan agenda Jihad Global. Misalnya negara yang dituju seperti Suriah, Irak, dan Afghanistan.

Di negara tersebut, kata dia, kader-kader akan dilatih untuk meningkatkan kemampuan militernya ataupun menjalin komunikasi dan berdiplomasi dengan kelompok-kelompok radikal lainnya.

Baca juga  Pemerintah Pakai NIK Sebagai NPWP, Pakar Siber Ingatkan Risiko Kebocoran Data

Tinggalkan Komentar