Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Nadiem: SKB 4 Menteri Termasuk Lindungi Anak dari Omicron

SKB PTM
Mendikbudristek Nadiem Makarim (foto: Humas UNPAD)

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim memastikan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri soal pembelajaran tatap muka (PTM) mengandung antisipasi ancaman peningkatan kasus COVID-19 akibat varian Omicron.

Karena SKB empat menteri itu, menurut Nadiem, sudah mengakomodasi seluruh skenario aktivitas pendidikan saat pandemi, baik skenario yang terburuk maupun skenario ketika pandemi sudah melandai.

“Orang banyak mengira SKB empat menteri itu timing-nya tidak pas dengan adanya Omicron, padahal ini sudah mengakomodasi situasi COVID-19 dengan penularan tertinggi maupun rendah,” kata Nadiem di Bandung, Jawa Barat, Senin (17/1/2022).

Adapun kini sekolah yang bisa menggelar PTM dengan kapasitas 100 persen itu hanya di daerah dengan status PPKM level satu atau dua.

Baca juga
14 Warga Jabar Positif Omicron

Sehingga, menurut Nadiem, level PPKM itu pun berpengaruh terhadap aturan PTM. Jika penyebaran COVID-19 mulai kembali mengkhawatirkan di suatu daerah, menurutnya PTM di daerah itu pun dapat kembali dihentikan.

“Jadi tergantung levelnya di mana ya. Karena kalau kemarin sudah nol kasusnya, masak anak-anak nggak boleh 100 persen offline, itu nggak masuk akal, makanya kita revisi SKB empat menteri untuk menormalisasi,” kata Mendikbudristek.

Dengan berbagai poin antisipasi dalam berbagai skenario tersebut, menurut Nadiem, SKB empat menteri itu merupakan aturan yang permanen untuk diterapkan oleh sektor pendidikan pada masa pandemi.

“Itu sudah mengatur semua skenario, dari yang terburuk sampai skenario paling baik, jadi ini SKB permanen,” katanya.

Tinggalkan Komentar