Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

SMS Ucapan ‘Merry Christmas’ Pertama di Dunia Terjual Rp1,6 Miliar

Jumat, 24 Des 2021 - 21:20 WIB
SMS ucapan
(ist)

Ucapan ‘Merry Christmas’ pertama di dunia yang dikirim lewat pesan singkat atau SMS (short message service) terjual seharga 100.000 euro atau setara Rp1,6 miliar sebagai non-fungible token (NFT) di salah satu rumah pelelangan di Paris, Prancis.

SMS pertama itu dikirim pada 3 Desember 1992 dihadirkan oleh penyedia jasa telekomunikasi di Inggris, yaitu Vodafone.

Melansir Reuters, SMS itu dikirim oleh salah satu insiyur Vodafone bernama Neil Papworth dari komputernya untuk salah seorang manajer di Inggris.

Pesan itu diterima oleh telepon ‘Orbitel’ yang memiliki berat kurang lebih 2 kilogram.

Telepon itu merupakan telepon tanpa kabel namun memiliki fungsi seperti telepon pada umumnya di masa itu.

Baca juga
Muncul di Perayaan Natal, Natalius Pigai Nilai Ganjar Tak Elok

“Keduanya tengah berada dalam perayaan libur akhir tahun, akhirnya dia (Neil) memilih untuk mengirimkan pesan ‘Merry Christmas’,” ujar Kepala Pengembangan dari Rumah Lelang Aguttes, Maximilien Aguttes.

NFT merupakan aset digital yang tengah meroket popularitasnya sepanjang 2021, banyak dari para pekerja kreatif yang menjual hasil keseniannya dan mendapatkan jutaan dolar.

Penjualan NFT sebenarnya secara aktif dimulai pada 2017, objek digital dapat berupa gambar, video, musik, hingga tulisan terekam dalam blockchain.

Cara itu membuat transaksi objek-objek digital dapat tercatat dalam jaringan komputer dan setiap NFT memiliki tanda digital khusus yang tidak dapat dipalsukan ataupun digandakan.

Baca juga
Foto: Ibadah Misa Malam Natal 2021 di Gereja Katedral Jakarta

Penjualan benda tak berwujud atau intangible di Prancis masih belum memiliki regulasi dan masuk dalam kategori ilegal.

Untuk itu, Aguttes melelang pesan singkat tersebut dalam bingkai digital yang juga menunjukan tanda unik dari NFT.

Pembeli akan menerima replika protokol komunikasi asli yang mengirimkan SMS dan hasilnya akan masuk ke Badan Pengungsi PBB UNHCR.

Tinggalkan Komentar