Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

Soal Big Data, LaNyalla Pastikan Luhut Bohong

Kamis, 14 Apr 2022 - 19:55 WIB
LaNyalla
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti secara tegas menyebut Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bohong terkait big data soal penundaan Pemilu 2024.

“Yang disampaikan oleh saudara Luhut Binsar Pandjaitan itu adalah bohong. Saya hanya menyampaikan itu bohong,” katanya di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (14/4/2022).

Namun dirinya menegaskan tidak ingin mencampuri urusan Luhut terkait apa yang disampaikan ke publik hingga membuat gaduh.

Terkait soal big data, mantan Ketua PSSI itu juga meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan apa yang disampaikan Luhut.

“Jangan mudah terpengaruh kepada apa yang disampaikan berita bohong ini,” tandasnya.

Baca juga
LaNyalla: Rakyat Sedang Susah, Ada Pejabat Malah Sibuk Urus Presiden 3 Periode

Sebelumnya, Luhut Pandjaitan mengklaim memiliki big data terkait 110 juta masyarakat yang menginginkan penundaan Pemilu 2024. Namun ia enggan membeberkan soal big data tersebut ke publik.

Bukan hanya LaNyalla, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto juga mengaku tidak mempercayai klaim Luhut Pandjaitan soal big data terkait penundaan pemilu. Sebab, DPR dan pemerintah sudah final melakukan pelaksanaan pemilu 2024.

Bahkan Wiranto mengajak untuk berdebat dan menantang Luhut agar memperlihatkan big data yang selama ini digembar-gemborkan.

Tantangan itu untuk menjawab kegaduhan publik yang selama ini ingin tahu big data Luhut Binsar Pandjaitan. Karena jika Luhut tidak bisa membuktikan big data tersebut ke publik, maka itu akan menjadi perdebatan yang tak akan selesai sampai kapan pun.

Baca juga
Luhut: Kita Lebih Takut Generasi Pendidikan Masa Depan Bodoh

Selain itu, politikus Partai Gerindra Fadli Zon juga mendesak Luhut agar berani membuka big data yang dimilikinya. Pernyataan itu disampaikan melalui akun Twitter [email protected] yang menuliskan “Pandai berdusta dengan big data”.

Permintaan yang sama juga disampaikan oleh para mahasiswa BEM Universitas Indonesia (UI) saat berdialog dengan Luhut di Kampus UI, Depok, Jawa Barat.

Sempat terjadi perdebatan antara mahasiswa dengan Luhut terkait big data penundaan pemilu, namun lagi-lagi Luhut enggan membuka soal big data yang diklaim dimilikinya.

Tinggalkan Komentar