Senin, 27 Juni 2022
27 Dzul Qa'dah 1443

Soal Kasus Etik Lili, Dewas KPK Tagih Komitmen Dirut Pertamina

Minggu, 05 Jun 2022 - 10:45 WIB
Untitled - inilah.com
Dewas KPK tagih komitmen Dirut Pertamina Nicke Widyawati untuk memberi penjelasan tertulis terkait kasus etik menerima fasilitas mewah menonton MotoGP Mandalika Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Foto: Instagram @nicke_widyawati

Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menagih komitmen Dirut Pertamina Nicke Widyawati terkait penuntasan perkara etik menerima fasilitas mewah Lili Pintauli Siregar. Pemeriksaan yang dilakukan dewas terhadap Nicke pada 27 April 2022 yang lalu rupanya belum tuntas dan Dirut Pertamina itu berjanji bakal memberi penjelasan secara tertulis.

Anggota Dewas KPK, Albertina Ho menyebut sejauh ini Nicke belum memenuhi komitmennya. Padahal Dewas KPK telah menyurati Pertamina terkait persoalan ini pada 20 Mei 2022 namun tidak berbalas.

“Surat sudah dikirim tanggal 20 Mei 2022, sampai hari ini belum terima balasan dari Pertamina,” kata Tina, di Jakarta, Minggu (5/6/2022).

Pengadil perkara mafia pajak Gayus Tambunan itu tidak menjelaskan lebih lanjut materi apa yang belum dijelaskan oleh Nicke. Tina juga tidak memastikan apakah penjelasan tertulis Nicke nantinya bakal melengkapi upaya pengumpulan alat bukti perkara etik Lili.

Baca juga
KPK Minta Mardani H Maming Jangan Asal Ngomong Korban Mafia Hukum

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar diduga melanggar etik karena menerima fasilitas mewah saat menonton MotoGP Mandalika. Lili diduga mendapat tiket dan akomodasi penginapan selama di Mandalika.

Diduga Lili mendapat fasilitas tersebut dari Pertamina. Banyak pihak menilai kasus etik Lili kali ini terindikasi pidana gratifikasi. Namun dewas tidak mengonfirmasi hal itu karena pemeriksaan masih berjalan.

“Dewas masih menunggu jawaban atau keterangan tertulis dari Dirut Pertamina, karena pada waktu diklarifikasi, ada beberapa hal yang Dirut Pertamina belum dapat memberikan keterangan dan menjanjikan akan memberikan secara tertulis namun sampai hari ini belum diterima dewas,” tuturnya.

 

Tinggalkan Komentar