Jumat, 20 Mei 2022
19 Syawal 1443

Soal Konten LGBT di Podcast Deddy Corbuzier, Kiai Cholil Nafis: Harus Diobati, Bukan Dibiarkan

Konten LGBT- inilah.com
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof. K.H. M. Cholil Nafis. /Instagram.com/@cholilnafis.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis mengkritik tayangan podcast Deddy Corbuzier yang mengundang pasangan LGBT Ragil Mahardika dan Frederik Vollert. Cholil menilai LGBT ketidaknormalan yang harus diobati. Dia mengingatkan bahwa Islam menetapkan hukum Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) adalah haram.

“Pasangan itu sudah masuk podcastnya. Saya berharap yang punya podcast itu paham kalau Islam melarang dan mengutuk LGBT. LGBT itu harus diamputasi bukan ditoleransi,” ujar Cholil lewat Twitter, Senin (9/5/2022).

Dosen UIN Syarif Hidayatullah dan Universitas Indonesia itu menilai, LGBT merupakan sebuah ketidaknormalan. Sudah sepatutnya, kata dia, hal itu jangan dibiarkan dengan dalih adanya toleransi.

Baca juga
PBNU Canangkan Kantor Baru di IKN Nusantara

Menurut Kiai Cholil, dalam ajaran Islam, masalah LGBT merupakan kondisi tidak normal. Jangan sampai nantinya umat Islam menganggap pasangan sejenis sebagai hal lumrah akibat sering menonton tayangan yang mempromosikan LGBT.

“Saya masih menganggap LGBT itu ketidaknormalan yang harus diobati bukan dibiarkan dengan dalih toleransi. Meskipun itu bawaan lahir bukan itu kadratnya,” jelasnya.

Sebelumnya Deddy mengundang Ragil dan Fred, pasangan gay yang tinggal di Jerman.

Video wawancara tersebut berdurasi selama 1 jam 48 detik. Hingga Senin video tersebut telah disaksikan 4,8 juta penonton. ebelumnya Deddy mengundang Ragil dan Fred, pasangan gay yang tinggal di Jerman. Video wawancara tersebut berdurasi selama 1 jam 48 detik. Hingga Senin video tersebut telah disaksikan 4,8 juta penonton.

Tinggalkan Komentar