Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Soal Larangan Ekspor CPO, Cak Imin: Pengusaha Harus Fair

Migor
Pedagang antre membeli minyak goreng saat pendistribusian minyak goreng curah bersubsidi di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (22/4/2022). Foto: Antara

Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin meminta pengusaha menaati larangan ekspor CPO dan minyak goreng pada 28 April 2022 mendatang. Pengusaha sudah mendapat untung banyak dari kegiatan ekspor, sekarang harus ikut memikirkan solusi kelangkaan minyak goreng dalam negeri.

“Pemerintah tahu, pengusaha CPO sudah banyak untungnya. Itu harus fair dong. Pengusaha sudah terlalu banyak tanah yang dipakai jadi sawit, untungnya sudah berlipat-lipat, masak mikirin negara saja enggak mau,” kata Imin, di Jakarta, Senin (25/4/2022).

Dia mengajak seluruh pihak mendukung kebijakan larangan ekspor minyak goreng dan CPO, yang sebelumnya sudah resmi diumumkan Presiden Jokowi, akhir pekan lalu.

Baca juga
PPKM Diperpanjang, Airlangga: Salat Tarawih dan Tadarus Boleh di Masjid

“Larangan ekspor ini menunjukkan negara punya teori dan jalan keluar ekonomi, sehingga pengusaha harus tunduk dan tidak main-main,” tuturnya.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mendukung kebijakan larangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya yang ditetapkan Presiden Jokowi. Gapki bakal ikut melakukan pengawasan di lapangan selama masa larangan.

“Kami sebagai pelaku usaha perkelapasawitan mendukung setiap kebijakan pemerintah terkait sektor kelapa sawit. Kami menghormati dan akan melaksanakan kebijakan seperti yang disampaikan oleh Presiden,” ujar Ketua Bidang Komunikasi Gapki Tofan Mahdi.

Sekalipun begitu, Tofan meminta pemerintah untuk tidak ragu mengevaluasi kebijakan tersebut jika membawa dampak negatif terhadap keberlanjutan usaha sektor sawit. “Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan dalam mata rantai industri sawit untuk memantau dampak kebijakan tersebut terhadap sektor keberlanjutan usaha sektor kelapa sawit,” kata Tofan.

Tinggalkan Komentar