Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Soal Novel Rantau, Zulhas: Dulu Saya Anak Nakal dan Sering Bolos

Soal Novel Rantau, Zulhas: Dulu Saya Anak Nakal dan Sering Bolos
Foto: Inilah.com

Kakak beradik Futri Zulya dan Zita Anjani akhirnya menyelesaikan sebuah novel berjudul Rantau. Novel tersebut menceritakan kisah perjalanan hidup sang ayah yakni Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Dalam novel tersebut, Futri dan Zita menceritakan sosok sang ayah mulai dari kampung halamannya hingga ke Jakarta. Menurut mereka kisah ini bisa menjadi inspirtasi bagi banyak orang.

Saat menghadiri acara peluncuran novel tersebut, Zulhas panggilan akrab Zulkifli Hasan mengatakan kisah yang tertuang dalam novel yang ditulis kedua anaknya tersebut adalah kisah nyata perjalan hidupnya.

“Tapi banyak orang yang hidupnya lebih susah dari saya. Saya masih ringan dan tidak berat,” katanya, Kamis (21/4/2022).

Zulhas mengatakan, banyak tokoh-tokoh bangsa yang memiliki kisah hidup yang lebih berat darinya. Dia mencontohkan beberapa tokoh politik Tanah Air yang juga memiliki kisah hidup yang menantang seperti Dahlan Iskan dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga
Tak Pusingkan Isu Reshuffle Kabinet, Zulkifli Hasan Pilih Blusukan di Jateng

Dia menceritakan, dalam kisah merantaunya ke Jakarta banyak pelajaran yang bisa menjadi inspirasi banyak orang. Namun yang jelas, kunci dari perantauan itu adalah jiwa yang sehat.

Sebab dengan jiwa yang sehat seseorang bisa bertahan hidup dan mencari peluang untuk mengubah kehidupannya menjadi lebih baik lagi.

“Jadi menurut saya, orang itu kalau kepintaran 20 persen, yang penting jiwanya sehat dia mikirnya bisa bener. Kalau tidak (jiwanya sehat) internalnya problem. Maka paling penting jiwa nya sehat, itu bisa di latih dari muda,” ungkapnya.

Foto: Inilah.com

Ulas Novel Rantau, Zulhas Mengaku Masa Kecilnya Nakal

Zulhas mengaku sejak kecil, orang tuanya selalu memberikan pelajaran penting. Hal itu yang membetuknya menjadi seperti sekarang ini. Dia mencontohkan pelajaran penting dari orang tuanya adalah wajib bangun pagi hari. Sebab kebiasaan itu bisa membentuk kepribadian dan semangat hidup seseorang.

Baca juga
Tentang Pertemuan PAN-PBB, Zulhas: Bangun Komunikasi dan Kesepahaman

“Saya di latih oleh bapak ibu saya. Sekarang saya melatih putri saya. Intinya harus selesai dengan dirinya, berdamai dengan dirinya. Harus percaya diri, jangan terlalu berharap kepada orang lain. Kalau saya dilatih bangun pagi jam 4 pagi. Itu harus siap-siap ke masjid, nanti setelah itu membaca alquran,” katanya.

Zulhas mengaku saat masih kecil dia tergolong anak yang nakal. Sebab Zulhas sering bolos pelajaran sekolah. Bahkan setelah bolos, dia selalu menggoda anak perempuan sebayanya.

“Saya termasuk anak yang nakal. Dulu saya kalau belajar bahas Arab itu bolos. Dulu kalau bolos sukanya godain perempuan, kan dulu teman-teman banyak,” katanya sambil tersenyum.

Baca juga
Zulhas Prihatin Bendera Indonesia Tak Bisa Berkibar di Event Olahraga Internasional

Pernyataan ini langsung ditanggapi oleh sang putri, Futri Zulya yang menyebut jika kenakalan ayahnya itu adalah hal yang wajar bagi seorang pria di masa puber.

“Ya kan dulu papi masih muda, masih masa-masa puber,” katanya sambil tersenyum juga. [ikh]

Tinggalkan Komentar