Kamis, 06 Oktober 2022
10 Rabi'ul Awwal 1444

Soal Pemanggilan Ubed, KPK: Materinya Tidak Bisa Kami Sampaikan

Rabu, 26 Jan 2022 - 22:30 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
J68a9750 1602864448031 - inilah.com
Soal Pemanggilan Ubed, KPK Tak Bisa Sampaikan Isi Materi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah mengklarifikasi dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun. Klarifikasi atas laporannya terhadap dua putra Presiden Joko Widodo, yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

“Jadi, kami memang mengonfirmasi betul ada klarifikasi. Tetapi sekali lagi mengenai materinya tidak bisa kami sampaikan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (26/1/2022).

Adapun laporan Ubedilah terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dan atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) relasi bisnis anak presiden dengan grup bisnis yang kuat dugaan terlibat pembakaran hutan.

Ali menjelaskan bahwa setiap laporan masyarakat, KPK akan melakukan klarifikasi dan verifikasi terlebih dahulu.

Baca juga
Terjaring OTT, Haryadi Suyuti Punya Harta Rp10,5 Miliar

Pemanggilan Ubedilah pada Rabu ini juga untuk mengecek laporannya tersebut apakah memenuhi syarat. Sebagaimana tertuang di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Untuk apa? untuk dipanggil kemudian berkomunikasi dengan pihak pelapor terkait dengan laporannya dicek apakah kemudian memenuhi syarat-syarat sebagaimana di dalam Peraturan Pemerintah 43 Tahun 2018. Jadi, syarat-syarat itu lah yang kemudian harus dipenuhi tentunya untuk setiap pelapor tindak pidana korupsi kepada KPK dan hari ini dilakukan,” ucap Ali.

Kendati demikian, ia tidak dapat menjelaskan lebih lanjut terkait materi pembicaraan antara tim pengaduan masyarakat KPK dengan Ubedilah.

Baca juga
Rahmat Effendi Zoom Meeting dengan Pihak Terlarang, KPK: Kami Akan Evaluasi

“Kita tunggu perkembangan seperti apa dari verifikasi dan klarifikasi yang dilakukan oleh tim pengaduan masyarakat karena itu prosedur yang harus dilakukan,” tuturnya.

Sebelumnya, Ubedilah mendatangi Gedung KPK, Jakarta, Rabu untuk memenuhi undangan klarifikasi.”Klarifikasi hampir 2 jam ya. Kami juga sekaligus membawa dokumen tambahan untuk memperkuat apa yang kami sampaikan,” kata Ubedilah.

Namun, ia enggan membeberkan dokumen apa yang ia serahkan ke KPK.”Tentu saja ada dokumen-dokumen yang tentu basisnya data yang kami yakini sebagai data valid ya. Selebihnya KPK yang memeriksa,” ucapnya.

Tinggalkan Komentar