Selasa, 27 September 2022
01 Rabi'ul Awwal 1444

Solusi Listrik Tenaga Surya Bisa Jadi Pilihan untuk Wilayah Terpencil

Rabu, 17 Agu 2022 - 04:30 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Listrik tenaga surya
Istockphoto

Masih ada sekitar 433 desa di Indonesia yang belum berlistrik. Dengan pola permukiman warga yang terpencar, elektrifikasi energi terbarukan di sektor rumah tangga dapat menjadi solusi untuk mengatasi tantangan kelistrikan di Indonesia.

Produk dan solusi listrik berbasis tenaga surya untuk sektor rumah tangga saat ini telah tersedia dan dapat menjadi langkah awal untuk memulai beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan.

Sebagaimana kita ketahui, Pemerintah Indonesia terus mengupayakan perluasan pemerataan akses listrik ke wilayah-wilayah terpencil. Namun di sisi lain, pemerintah juga memiliki urgensi untuk menekan emisi karbon agar dapat mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen pada 2030 mendatang.

Sektor rumah tangga merupakan salah satu konsumen listrik terbesar dan menyumbang emisi karbon yang tidak sedikit bagi Indonesia. Terlebih dengan konsumsinya yang terus menerus meningkat seiring dengan naiknya kebutuhan masyarakat akan daya listrik terutama di wilayah perkotaan. Meskipun secara individu penggunaan listrik terkesan tidak signifikan dibandingkan sektor industri, namun secara komunal kontribusinya sangat besar.

“Upaya mengedukasi masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan listrik sudah sering disosialisasikan dan telah berhasil menumbuhkan komunitas-komunitas peduli lingkungan. Tentunya upaya penghematan ini akan membawa dampak yang lebih besar dan cepat apabila diimbangi dengan pengurangan pemanfaatan sumber daya fosil dan beralih ke energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan,” ungkap Reza Syarif, Business Development & Marketing Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste dalam keterangannya, Selasa (16/08/2022).

Baca juga
Membaca Tantangan dan Peluang Perdagangan Digital

“Lain hal dengan wilayah pedesaan. Tantangan kelistrikan atas keterbatasan akses dan pasokan listrik berdampak signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan sosial masyarakatnya. Perlunya memastikan ketersediaan pasokan listrik secara konsisten dengan cara memanfaatkan sumber energi yang mudah diperoleh. Salah satunya adalah tenaga surya. Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana listrik yang diperoleh dari tenaga surya ini dapat disimpan dan dikelola untuk dapat memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga secara layak. Pemanfaatan teknologi solar inverter yang memiliki kapabilitas off-grid dan on-grid dapat menjadi solusi karena teknologi ini dapat secara otomatis menyimpan energi listrik yang tidak terpakai atau berlebih ke dalam baterai.”

Baca juga
Waspada Bahaya Aplikasi Penipuan Berkedok Schneider Electric

Produk dan solusi listrik berbasis tenaga surya bagi sektor rumah tangga dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pasokan dan akses terhadap energi bersih.

Berikut dua perangkat solusi kelistrikan yang berbasis tenaga surya dari Schneider Electric yang dapat digunakan di rumah: Schneider Electric Homaya dan Mobiya.

Schneider Electric Homaya Hybrid 1500VA

Schneider Electric Homaya Hybrid 1500VA merupakan produk inverter yang dapat mengonversi daya listrik yang dihasilkan oleh panel surya menjadi listrik yang kemudian dapat digunakan secara langsung (on-grid) maupun disimpan ke dalam baterai untuk digunakan kemudian (off-grid) atau sebagai listrik cadangan yang dapat digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan, misalnya ketika terjadai pemadaman listrik. Homaya dapat menjadi solusi yang mudah dipasang, kompatibel dengan berbagai tipe panel surya dan baterai, serta efektif secara biaya sehingga cocok bagi individu atau keluarga yang ingin memulai transisi menuju sumber daya listrik yang lebih ramah lingkungan di rumah.

Homaya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah maupun lokasi usaha.

Schneider Electric Mobiya

Schneider Electric Mobiya merupakan produk lampu portable yang dilengkapi dengan panel surya untuk pengisian daya. Mobiya didesain untuk memberikan akses energi yang terjangkau dan ramah lingkungan di mana saja dan kapan saja. Lampu ini tahan benturan, mudah dibawa dan fleksibel untuk peletakannya karena dapat digantung atau digunakan seperti senter.

Baca juga
Menuju Industri Hijau Diperlukan Transisi Energi Bersih dan Digitalisasi Pengelolaan

Lampu Mobiya dapat digunakan sampai dengan 48 jam per pengisian baterai dengan tingkat pencahayaan atau jumlah lumens yang disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari 20 lumens (lm), 85lm dan 170lm. Lampu ini bersifat mandiri secara energi atau autonomous karena dilengkapi dengan panel surya yang digunakan untuk pengisian daya listrik. Selain sebagai lampu yang tahan air dan portable, Mobiya juga dilengkapi dengan fitur untuk mengisi daya ponsel secara terintegrasi.

Tinggalkan Komentar