Kamis, 18 Agustus 2022
20 Muharram 1444

Sopir Taksi Online Perkosa Perawat, Mengaku Suka Sama Suka

Senin, 20 Des 2021 - 18:44 WIB
Penulis : Willi Nafie
Sopir Taksi Online Perkosa Perawat

Informasi sopir taksi online perkosa perawat disampaikan admin Twitter @ammarai_hc. Jadi, admin media sossial ini membagikan persoalan pemerkosaan itu ke medsos.

“Perawat kami mengalami pemerkosaan oleh mitra gocar,” tulis akun Twitter @ammarai_hc

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, membenarkan ada kasus sopir taksi online perkosa perawat di Bogor, Jawa Barat.

Pelaku pemerkosaan  sudah ditangkap Polisi. Saat ini sedang pemeriksaan secara intensfif.

“Sih wanita ini tidak memiliki suami. Tidak ada paksaan,” kata Zulpan, Minggu (19/12/2021).

Polisi tetap akan memproses kasus tersebut walau pelaku mengaku tak ada paksaan saat persetubuhan.

Baca juga
Sandal Ditempel Paku, Modus Rampok Gasak Rp400 Juta di PIK

Polresta Bogor juga telah menyita sejumlah barang bukti. Berupa satu ponsel dan satu mobil serta melakukan visum terhadap korban. Pelaku bernama Hendrianto.

Karena perbuatannya, Hendrianto kini terancam penjara sembilan tahun penjara.

“Kejadian pencabulannya di Kota Bogor, di wilayah hukum Polresta Bogor Kota,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto.

Kasus Perkosa Perawat, Tanda Darurat Kejahatan Seksual

Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani menyayangkan terjadi kasus pemerkosaan tersebut. Banyaknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang muncul tanda penting pengesahan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

“Ini menambah deret kasus kekerasan seksual yang menjadi keprihatinan bersama,” kata Andy.

Baca juga
Pakai Sabu, Polda Metro Copot Kapolsek Sepatan

Kasus kekerasan seksual di Indonesia sudah menjadi fenomena gunung es. Masyarakat sedang menantikan regulasi yang komprehensif untuk melindungi korban-korban kekerasan seksual.

Rancangan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) menjadi salah satu bentuk melindungi korban kekerasan seksual. Sayangnya Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) tidak masuk dalam agenda rapat paripurna masa sidang tahun 2021.

Sebelumnya, Badan Legislasi (Baleg) DPR telah menetapkan draf Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS). Tepatnya saat rapat pleno pada Rabu (8/12/2021) siang.

Dalam rapat tersebut, tujuh fraksi menyatakan mendukung RUU TPKS. Fraksi PDI-P, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Nasdem, Fraksi PKB, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PAN, dan Fraksi PPP.  Golkar masih ingin mendengarkan masukan publik. Sedangkan Fraksi PKS tegas menolak.

Tinggalkan Komentar