Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Sosok Hacker Autis yang Bobol Microsoft Ternyata Masih Berusia 16 Tahun

Hacker - inilah.com
Gettyimages

Kepolisian London telah menangkap tujuh remaja yang dicurigai terkait grup hacker atau peretas Lapsus$ penyerang Microsoft. Ada satu orang berusia 16 tahun dengan kondisi autisme dalam kelompok itu dan dilaporkan merupakan salah satu pemimpinnya.

Bloomberg mewartakan, Pemimpin Lapsus$ itu dikenal dengan nama samaran “White” dan “Breachbase” dan masih tinggal bersama dengan orangtuanya di kawasan Oxford.

Peneliti teknologi menyebutkan aksi Lapsus$ dalam membobol data korbannya terbilang sangatlah cepat dan ahli dalam hal meretas sehingga awalnya peretasan itu dinilai para peneliti merupakan kesalahan otomatis dari sistem.

Setelah melancarkan aksi mencuri data internal perusahaan-perusahaan teknologi, Lapsus$ secara terang-terangan mengungkap aksinya dan memeras perusahaan tersebut dengan hasil curiannya itu.Microsoft menjadi salah satu korban dari pencurian data oleh Lapsus$ tidak diam dan mengumumkan bahwa pihaknya telah diperas oleh kelompok hacker Lapsus$ yang disebut sebagai DEV-0537. “Tidak seperti kebanyakan kelompok hacker yang berada di bawah radar, DEV-0537 tampaknya tidak menutupi jejaknya,” kata Microsoft dalam unggahan blog-nya.

Baca juga
Pebulu Tangkis Anthony Ginting Jadi Salah Satu Pemilik Perdana Hyundai Creta

Lebih lanjut Microsoft menjelaskan motif peretasan yang dilakukan Lapsus$. “Mereka (Lapsus$) mengumumkan serangan mereka di media sosial atau mengiklankan niat mereka untuk membeli kredensial dari karyawan organisasi target,” jelas Microsoft.

Hacker DEV-0537 mulai menargetkan organisasi di Inggris dan Amerika Selatan tetapi diperluas ke target global, termasuk organisasi di sektor pemerintahan, teknologi, telekomunikasi, media, ritel, dan perawatan kesehatan.

Dengan cara kerjanya tersebut, ternyata akhirnya peneliti serta pihak kepolisian dapat melacak “White” yang merupakan anak berusia 16 tahun dan dapat dipastikan ia masih tinggal bersama orangtuanya di sebuah rumah sederhana.

Sementara itu, ayah dari anak yang diduga “White” itu mengaku tidak tahu bahwa anaknya selama ini merupakan peretas global dan mengira anaknya hanya senang bermain game di personal computer (PC).

Baca juga
Panglima TNI Andika: Maruli Sangat Pantas jadi Pangkostrad

Keluarganya sering mencoba untuk menjauhkan anaknya dari kecanduan pada komputer. Kepolisian London juga telah mengamankan anak-anak remaja yang diduga merupakan bagian dari komunitas hacker Lapsus$.

Tinggalkan Komentar