Sowan Kiayi Marzuki Mustamar, Gubernur Anies Disebut Calon Presiden

Aniespwnujatim - inilah.com

Ada pemandangan menarik manakala Gubernur Anies Baswedan menyambangi Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (12/11/2021).

Sekitar pukul 10.15 WIB, Gubernur Anies bersama rombongan tampak memasuki kediaman KH Marzuki di komplek Ponpes Sabilurrosyad, Malang. Kedatangan Gubernur Anies langsung disambut KH Marzuki yang juga pengasuh Ponpes Sabilurrosyad.

Setelah berbincang di ruang tamu, keduanya beranjak menuju mesjid di sekitar pondok untuk menjalankan Shalat Jumat. Menariknya, usai Shalat Jumat, KH Marzuki mengajak Gubernur Anies menuju kediamanannya.

Dalam perjalanan, KH Marzuki memperkenalkan Gubernur Anies sebagai calon presiden kepada setiap santri yang dijumpainya. “Ayo, salaman dengan calon presiden,” kata KH Marzuki kepada sejumlah santrinya.

Baca juga  Menjawab Tudingan Arya Sinulingga, Peter Gontha Laporkan Kasus Garuda ke Menteri Erick

Mendengar pernyataan itu, Gubernur Anies hanya tersenyum. Selanjutnya, dia dengan sabar melayani ajakan swafoto dari sejumlah santri.

Saat ditanya wartawan, Gubernur Anies mengaku kehadiran ke Ponpes Sabilurrosyad, Malang untuk menepati janji. Bersamaan dengan kegiatan di Surabaya, Jawa Timur, dia mampir ke Malang untuk bersilaturahmi. “Silaturahmi saja, dulu pernah bertemu di Jakarta, dan saya janji akan datang silaturahmi ketika ada kegiatan di Surabaya,” ucap Gubernur Anies.

Sementara, KH Marzuki menjelaskan, kehadiran Gubernur Anies ke Ponpes Sabilurrosyad tak pernah dijadwalkan sebelumnya. “Tahunya ndadak (mendadak), saya diberi tahu, katanya Pak Anies mau datang. Kami dari kemarin keliling, terus pagi tadi ada kabar,” ujar KH Marzuki.

Baca juga  Bea Cukai Kembali Sita 1,2 Juta Batang Rokok Ilegal

KH Marzuki mengaku, pertemuan dengan Gubernur Anies hanya diisi tukar pikiran bagaimana menyatukan visi-misi bahwa NKRI nomor satu.

“Jadi most important (yang terpenting), apa pun jangan dikedepankan untuk mengalahkan NKRI. Ketika NKRI bersatu ditambah beliau (Anies Baswedan), syaratnya harus adil. Kalau negeri ini sudah bersatu, siapa pun yang memimpin, gampang (mudah),” pungkas KH Marzuki.

 

Tinggalkan Komentar