Squid Game, Bisa Jadi Cerminan Masyarakat yang Putus Asa

Squid Game, Bisa Jadi Cerminan Masyarakat yang Putus Asa - inilah.com

Serial drama asal Korea Selatan Squid Game tengah popular saat ini. Ada banyak pelajaran menarik yang bisa kita petik dari permainan yang ada di serial drakor (drama Korea) ini. Terutama membahas sifat manusia, yakni putus asa.

Tayang di layanan streaming berbasis langganan Netflix, Squid Game bercerita tentang orang-orang Korea Selatan yang kesulitan ekonomi, termasuk memiliki masalah utang di bank. Lalu, lebih dari 400 orang diajak melakukan permainan di sebuah wilayah terpencil.

Permainan di serial Squid Game ini menawarkan hadiah hingga miliaran won. Permainan ini seperti permainan masa kecil anak-anak Korea Selatan. Meski demikian, permainan ini memiliki risiko tinggi. Pemain yang kalah akan mati secara brutal, seperti ditembak secara sadis.
 
Pemain game ini memang dipilih dari orang-orang putus asa yang terlibat utang sampai miliaran bahkan puluhan miliar padahal mereka orang miskin. Dalam kondisi tertekan ini, main game bisa mendapatkan banyak uang padahal peluangnya sangat kecil dengan risiko mati.

Setelah usai permainan pertama, yang meninggal lebih dari 200 orang. Kemudian orang yang mengelola game ini memberikan pilihan, sisa yang masih hidup boleh keluar dari game ini. Syaratnya kalau semua sepakat mayoritas ingin keluar dari permainan.

Mungkin kita berpikir, pasti orang pilih keluar dari permainan ini karena bisa mengancam jiwa mereka. Ternyata setelah voting, yang mau keluar menang dengan selisih hanya satu orang dibandingkan yang memilih tetap bermain. Akhirnya kemudian semua memilih pulang ke rumah dan keluar dari permainan ini.

Baca juga  Koin kripto SQUID Terjun Bebas, Pengembang Bawa Kabur Dana Rp29,8 M

Namun, si pengelola game ini memberikan pilihan dan nomor telepon jika mereka ingin kembali bermain. Yang menarik, dalam beberapa hari kemudian, orang yang pulang ini menghubungi panitia dan bersedia mengikuti kembali permainan ini. Cuma tersisa belasan orang saja yang memilih tetap di rumah. Artinya mereka kebanyakan lebih memilih siap mati untuk keluar dari kesulitan hidup.

Cerminan Putus Asa

Mengapa orang-orang tersebut mau ikut main game yang begitu berbahaya? Yang pasti Squid Game mencerminkan orang yang frustasi berat dan putus asa atau desperate. Orang yang mengalami putus asa sampai siap mengambil risiko kehilangan nyawa. Itu yang mendasari orang-orang mau melakukan permainan di Squid Game ini.

Apakah aksi seperti di Squid Game itu sebagai manifestasi orang yang mengalami depresi? Depresi dan desperate jelas berbeda.

Menurut video Satu Persen di channel YouTube-nya, depresi terjadi ketika Anda larut dalam kesedihan dan selalu mengalami masalah dalam mood. Apapun yang terjadi selalu sedih setiap saat.

Sementara desperate adalah kondisi di mana seseorang saking stresnya, saking tertekannya sampai melakukan hal-hal yang bagi orang normal tidak perlu melakukannya. Seperti di Squid Game tadi, padahal dia sudah bebas tetapi kembali lagi ikut permainan meskipun risikonya mati.

Kalau dipikir-pikir kenapa sih orang-orang tersebut sampai mengalami putus asa seperti itu? Apakah gara-gara mereka punya banyak kekurangan, misalnya sangat miskin dan memiliki banyak utang?

Ternyata bukan itu penyebab utamanya. Orang miskin dan kesulitan keuangan banyak di mana-mana tapi tidak semua orang mau melakukan sesuatu yang berisiko seperti itu.

Baca juga  Wow, Setiap 40 Detik Seseorang Bunuh Diri di Seluruh Dunia

Kita lihat di sekitar kita, tidak semua orang miskin mau melakukan tindakan-tindakan yang berisiko tinggi. Misalnya berjudi atau melakukan tindakan kriminal untuk mendapatkan uang. Hanya orang-orang desperate yang nekat.

Tips Menghadapi Putus Asa

Apa yang kita lakukan jika mengalami putus asa? Putus asa sebenarnya hal yang wajar tapi tidak perlu berlarut-larut. Seringkali putus asa berujung nekat, termasuk melakukan bunuh diri.

Ketika merasa putus asa maka cobalah hal-hal berikut:

1. Bersyukur
Renungi apa yang telah diberikan Allah untuk kita. Masalah yang dihadapi mungkin sangat berat. Tapi tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan yang hambanya miliki. Selalulah bersyukur dengan apa yang Anda miliki agar lebih menghargai hidup. Bila perlu tulis apa saja kenikmatan yang pernah Anda peroleh dan syukurilah, meski itu hanya hal kecil sekalipun.

2. Pahami Masalah
Cari tahu kondisi yang menyebabkan Anda merasa putus asa. Lalu, pertimbangkan apakah Anda dapat menghindari pemicu tersebut. Ini bisa menjadi tolak ukur apakah Anda butuh bantuan profesional untuk mengatasi rasa putus asa yang Anda rasakan atau tidak.

3. Pahami Perasaan dan Tumbuhkan Keyakinan
Penting bagi Anda untuk memahami apa yang Anda rasakan. Berdamailah dengan diri. Anda pun perlu paham bahwa putus asa itu merupakan perasaan yang bisa dialami oleh siapapun, dan masih akan ada harapan ke depannya. Yakinkan diri bahwa tidak ada masalah yang tidak ada solusinya, tergantung kita menghadapinya. Juga bagaimana kita berusaha memecahkan masalah tersebut dengan bijak.

Baca juga  600 Kasus Depresi Didapati Saat Pandemi Lewat Konsultasi Telemedicine

4. Berpikir Jernih Tenangkan Pikiran
Tenangkan pikiran agar dapat berpikir lebih jernih. Anda bisa melakukannya dengan bicara pada diri sendiri tentang perasaan Anda, misalnya, katakan pada diri Anda bahwa Anda baik-baik saja dan bisa melewati situasi ini. Setelah bisa menenangkan diri, lakukanlah sesuatu yang dapat menjernihkan pikiran dan mengistirahatkan diri sejenak dari aktivitas berat. Seperti keluar rumah untuk berjalan-jalan, berolahraga, memelihara binatang, atau aktivitas ringan lainnya yang bisa membuat mood kamu bangkit kembali.

5. Hindari Overthinking
Banyak orang cenderung menggeneralisasikan dan berfikir terlalu jauh terutama dalam situasi seperti ini. Sering kali mereka menebak-nebak sesuatu yang belum terjadi dan cenderung dilebih-lebihkan. Padahal belum tentu seperti itu. Hindari overthinking karena bisa menimbulkan rasa cemas, putus asa makin berkepanjangan, hingga depresi.

6. Mintalah Bantuan
Jika dengan cara meyakinkan diri sendiri tersebut belum menghilangkan rasa putus asa, maka cobalah untuk berbagi keluh kesahmu dengan teman, keluarga, sahabat, atau orang yang Anda percayai. Kalau perlu mintalah bantuan profesional.

Kembali ke Squid Game, apakah Anda akan ikut jika ada tawaran mengikuti permainan seperti itu di Indonesia? Bisa jadi banyak yang berminat dan nekat untuk mengubah nasib apapun risikonya. Apalagi saat ini banyak yang yang mengalami kesulitan ekonomi yang parah. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang semakin sulit ditambah lagi cekikan utang termasuk dari pinjaman online alias pinjol.

Untungnya Squid Game hanyalah sebuah serial drama fiksi. Tapi, setidaknya kita bisa mengambil pelajaran dari serial ini.

Tinggalkan Komentar