Rabu, 28 September 2022
02 Rabi'ul Awwal 1444

Sri Mulyani Dibuat Galau Proyeksi Ekonomi IMF yang Jeblok Dua Kali

Kamis, 12 Mei 2022 - 14:39 WIB
Sri Mulyani Dibuat Galau Proyeksi Ekonomi IMF yang Jeblok Dua Kali
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Mencermati perekonomian dunia yang terus memburuk, ancaman resesi menjadi kekhawatiran yang serius bagi sejumlah negara. Apalagi, kondisi pahit ini sudah terjadi di Sri Langka.Bisa saja mengganggu ekonomi Indonesia.

Dan, Menteri Keuangan Sri Mulyani pun dibuat was-was dengan potensi krisis ekonomi bakal melanda dunia dalam waktu cepat.  Beberapa waktu lalu, IMF kembali merombak proyeksi ekonomi dunia. Lembaga donor internasional ini dua merombak proyeksi ekonomi dunia dari 4,4 persen, diubah menjadi 3,6 persen. selanjutnya diubah lagi menjadi 3,4 persen-3,2 persen.

“IMF sudah menurunkan pertumbuhan ekonomi tahun ini dari tadinya diproyeksikan 4,4 persen sekarang menjadi hanya 3,6 persen. Saya sudah lihat beberapa laporan terakhir, bahkan sekarang proyeksinya lebih rendah dari 3,6 persen bisa sampai 3,4 persen bahkan 3,2 persen,” kata Sri Mulyani, dikutip Kamis (12/5/2022).

Menurutnya, penurunan proyeksi ekonomi dunia oleh IMF, dipicu berlarut-larutnya konflik Rusia-Ukraina. Dampaknya cukup dahsyat, harga barang melompat tinggi. Khususnya harga komoditas, energi, dan pangan.

Baca juga
Pemerintah RI Bisa Minta Negara Lain Tagih Pajak WP Indonesia

Diketahui, Amerika Serikat juga mengalami inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Selain itu, kebijakan Zero COVID-19 Tolerance di China dengan lockdown ketat setiap ditemukan kasus memberi pengaruh terhadap permintaan dan kegiatan manufaktur negara tersebut.

Bahkan, kebijakan lockdown yang saat ini terjadi di kota-kota produsen dan mesin ekonomi terbesar seperti Shanghai menyebabkan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur China kontraktif 47 persen.

“Jadi ekonomi ini tidak statis. Kita akan lihat kuartal ini seperti ini, kuartal depan terjadi ini. Perang yang kemarin diumumkan oleh Presiden Putin apakah akan berhenti atau tidak belum pasti juga. Ini semuanya menimbulkan ketidakpastian pada semester kedua tahun ini,” papar Sri Mulyani. [ikh]

Tinggalkan Komentar