Kamis, 01 Desember 2022
07 Jumadil Awwal 1444

Sri Mulyani Harus Jelaskan, PEPS: Subsidi Pertalite Hanya Rp104,7 Triliun

Selasa, 13 Sep 2022 - 20:27 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Istimewa)

Seminggu lebih, keputusan Presiden Jokowi menaikkan harga BBM subsidi yakni Pertalite dan Solar, masih menyisakan pertanyaan besar. Jelaskan kenaikan subsidi energi hingga Rp502 triliun untuk apa saja.

Sampai detik ini, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPD), Anthony Budiawan masih belum paham. “Untuk itu, mohon klarifikasi dari Menteri keuangan (Sri Mulyani), Menteri ESDM (Arifin Tasrif), Pertamina dan DPR,” papar Anthony, Jakarta, Selasa (13/9/2022).

Dia mempertanyakan, bagaimana mungkin subsidi energi bisa bengkak dari Rp152 trilun hingga Rp502 triliun. Dan, subsidi BBM yang dijadikan sasaran. Alasan harga minyak dunia mahal, subsidi BBM jadi bengkak.

Baca juga
Pangan dan Papan Kian Sulit, Tak Butuh Janji Manis Tapi Aksi Cepat

Ketika Anthony mencoba otak-atik nilai subsidi BBM, hasilnya mengejutkan. Angkanya tidaklah besar-besar amat. Hasilnya, setiap kenaikan harga US$1 minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) per barel, asumsi kursi Rp15.000/US$. Maka, harga dasar BBM naik sebesar Rp94,3 per liter. Didapatkan dari 1US$ dikalikan Rp15.000, dibagi 159 liter (1 barel ekivalen 159 liter).

Kalau ICP naik US$37 per barel, dari US$63 menjadi US$100, maka harga dasar BBM naik Rp3.490 per liter. Didapatkan dari 37 x Rp94,3 per liter. Angka ini sebelum pajak (PBBKB 5% dan PPN 11%).

“Kalau biaya kilang, biaya distribusi dan margin keuntungan sama besar, dan harga jual eceran BBM tidak naik. Maka subsidi BBM naik Rp3.490 per liter. Ini sesuai kenaikan ICP. Kalau konsumsi Pertalite 23 juta kilo liter (KL), maka subsidi Pertalite hanya naik Rp80,27 triliun. Itu belum menghitung pajak (PBBKB 5% dan PPN 11%),” terangnya.

Baca juga
Hubungan dengan Megawati, Jokowi: Ada Perbedaan Wajar

Namun apabila secara tiba-tiba, konsumsi Pertalite membuncit menjadi 30 juta KL, maka subsidi Pertalite hanya naik Rp104,7 triliun. Didapatkan dari Rp3.490 x 30 juta KL, belum termasuk pajak. Perhitungan ini belum perhitungkan kenaikan pendapatan negara yang minimal mencapai Rp75 triliun, karena kenaikan harga ICP. Ingat, pendapatan negara ikut naik lho ketika ICP naik,” imbuhnya.

Tinggalkan Komentar