Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Sri Mulyani Sebut Pendapatan Negara 2023 Bakal Naik hingga 11,7 Persen

Jumat, 20 Mei 2022 - 16:13 WIB
Sri Mulyani Sebut Pendapatan Negara 2023 Akan Naik 11,7 persen
Menkeu Sri Mulyani

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menetapkan target pendapatan negara tahun depan akan naik sekitar 11,19 persen sampai 11,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ini lantaran defisit APBN yang harus kembali ke level di bawah 3 persen.

“Pendapatan negara (tahun depan) meningkat dalam kisaran 11,19 persen sampai 11,70 persen dari PDB,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN 2023 di Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Sri Mulyani menjelaskan kebijakan pendapatan negara tahun depan akan diarahkan untuk mendorong optimalisasi pendapatan dengan tetap menjaga iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha serta kelestarian lingkungan.

Baca juga
DPR Setujui Subsidi Rp350 Triliun, Harga Pertalite dan Listrik Tak Jadi Naik

Hal ini ditempuh dengan menjaga efektivitas reformasi perpajakan (Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Pajak/UU HPP), mendorong agar sistem perpajakan lebih sehat dan adil sehingga dapat mendorong perluasan basis pajak serta peningkatan kepatuhan wajib pajak.

“Melalui implementasi UU HPP yang efektif maka rasio perpajakan akan meningkat,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga akan mengoptimalisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dengan peningkatan inovasi layanan dan reformasi pengelolaan aset.

Ia meyakini berbagai kebijakan itu akan mendorong peningkatan rasio pendapatan negara yang ditargetkan dapat digunakan untuk mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur hingga ekonomi hijau.

Optimalisasi pendapatan negara turut diupayakan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta mencapai sasaran pembangunan jangka menengah dan panjang.

Baca juga
Murka Anggaran Dipotong, MPR Desak Jokowi Lengserkan Sri Mulyani

“Ini agar Indonesia dapat keluar dari jebakan kelas menengah atau middle income trap,” tegas Sri Mulyani. [jin]

Tinggalkan Komentar