Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Stok Migor di Sumbar Surplus, Mendag Lutfi Minta Pemprov Pelototi Distribusi

Stok Migor Surplus, Mendag Lutfi Minta Pemprov Sumbar Pelototi

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memastikan minyak goreng (migor) di Sumatera Barat, aman. Persediaan surplus hingga 3,1 juta liter dari kebutuhan.

Dia berharap, Pemprov Sumbar ikut mengawasi distributor migor agar masyarakat dapat merasakan ketenangan menjelang puasa dan Idul Fitri tahun ini.

“Pasokan minyak goreng di Sumbar dalam kondisi hijau, artinya cukup dan surplus. Dalam sepuluh hari terakhir, kebutuhan minyak goreng tercatat sebesar 2,2 juta liter sementara realisasi pasokannya sebesar 5,3 juta liter, jadi terdapat surplus sebesar 3,1 juta liter,” ujar Mendag Lutfi, Jumat (25/2/2022).

Mendag Lutfi mengungkapkan, Kemendag akan terus memantau kelancaran rantai distribusi migor. “Saat ini, distribusi minyak goreng dalam proses turun dari distributor dari tingkat satu sampai ke peritel dan dijual dengan harga sesuai ketentuan, yakni migor curah Rp11.500 per liter, kemasan sederhana Rp13.500 per liter dan kemasan premium Rp 14.000 per liter. Saya akan pastikan semua berjalan dengan baik dan akan dicek langsung ke pasar,” papar Mendag Lutfi.

Baca juga
Gagal Atur Migor, Jokowi Bagikan 'Gula-gula' Rp300 Ribu untuk 20,5 Juta Warga Duafa

Dalam lawatannya ke Padang, Mendag Lutfi juga meninjau Pasar Raya dan Pasar Lubuk Buaya. Pada kunjungan tersebut, Mendag Lutfi memastikan kelancaran distribusi minyak goreng sampai tingkat pengecer dan dijual dengan harga sesuai ketentuan.

“Kondisi di pasar tidak sesuai dengan keadaan di lapangan secara keseluruhan, artinya terjadi kemacetan distribusi minyak goreng. Saya meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Padang untuk segera membenahinya. Kemendag juga akan menghubungi distributor dan produsen utama di Padang untuk memperbaiki jalur distribusi agar harga sesuai dengan ketentuan,” jelas Mendag Lutfi.

Menurut Mendag Lutfi, harga minyak goreng di Padang secara rata-rata masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditentukan pemerintah. Untuk itu, Kemendag memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran pendistribusian minyak goreng agar harganya sesuai dengan ketentuan HET yang ditetapkan pemerintah.

Baca juga
Tahun Baru, Tim Ekonomi Jokowi Susun Utang Baru Rp1.000 Triliun

“Kemendag akan menindak tegas eksportir minyak goreng yang tidak menyuplai pasar dalam negeri dengan tidak menerbitkan izin ekspor. Selain itu, jika ada penimbun minyak goreng Kemendag akan menindak dengan tegas secara hukum,” kata Mendag Lutfi.

Tinggalkan Komentar