Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Strategi Lima Saham Saat IHSG Bertengger di Zona Netral

Strategi Lima Saham Saat IHSG Bertengger di Zona Netral - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Secara teknikal, status Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona netral dengan volume rendah dan dalam kondisi jenuh beli. Inilah strategi trading untuk lima saham.

Hendry Andrean, analis riset OCBC Sekuritas mengatakan, saham-saham di bursa Jepang tampak bersiap untuk membuka perdagangan di posisi yang lebih rendah pada Jumat. “Ini menyusul kerugian semalam di Wall Street dan investor di Asia-Pasifik menantikan rilis survei swasta tentang aktivitas manufaktur China di bulan Maret,” katanya dalam riset yang rilis di Jakarta, Jumat (1/4/2022) pagi.

Semalam di Amerika Serikat, S&P 500 turun sekitar 1,57% menjadi 4.530,41. Begitu juga dengan Dow Jones Industrial Average tergelincir 550,46 poin, atau 1,56%, menjadi 34.678,35 dan Nasdaq Composite turun 1,54% menjadi 14.220,52.

Penurunan di Wall Street terjadi karena inversi imbal hasil Treasury AS tenor 2-tahun dan 10-tahun yang terjadi secara singkat untuk pertama kalinya sejak 2019. “Sebuah keadaan yang dipandang sebagai sinyal peringatan potensial dari resesi ke depan,” ujarnya.

Baca juga
GMF & Citilink Jalankan Rekomendasi Ditjen Hubud Kemenhub

Spread 2-tahun dan 10-tahun terakhir berada di wilayah negatif yang merupakan level kunci sebelum pandemi yang mengirim ekonomi global ke dalam resesi yang curam pada awal 2020. Imbal hasil pada catatan Treasury 2-tahun terakhir berada di 2,3507% sedangkan imbal hasil 10-tahun berada di 2,358%.

Sementara dari dalam negeri, sentimen dari dari sektor infrastruktur di mana pembangunan bendungan Ciawi ditargetkan selesai tahun ini.

Arah IHSG Selanjutnya

Menurut Hendry, IHSG berada di zona netral. Candle Doji menunjukkan volume lebih rendah sementara William%R-nya masih berada di zona jenuh beli alias overbought. Resistance berada di 7.148 dan support 6.975.

Saham-saham dalam Pantauan

  1. Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang mencatatkan kenaikan laba bersih 18% secara tahunan (yoy).
  2. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang penjualannya mencapai Rp99,35 triliun pada tahun 2021.
  3. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang membidik Rp45 miliar dalam private placement.
Baca juga
7 Camilan Khas yang Jadi Primadona saat Perayaan Imlek

Saham-saham Pilihan dan Strategi Trading

Di atas semua itu, dia menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal dalam transaksi saham hari ini. Saham-saham tersebut adalah:

  1. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), rekomendasi hold. Black candle menunjukkan kenaikan volume transaksi dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) berpotensi membentuk pola golden cross. Resistance berada di 6.200 dan support di 5.800. Masuk di kisaran 5.800-5.825.
  2. PT Indika Energy Tbk (INDY) dengan rekomendasi speculative buy. White candle menunjukkan kenaikan volume transaksi dan tren naik dalam William%R-nya di zona netral. Resistance berada di 2.550 dan support 2.070. Masuk di kisaran 2.230-2.270.
  3. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dengan rekomendasi hold. White candle menunjukkan volume transaksi rendah sementara harga masih mampu bertahan di atas 1.680. Resistance berada di 1.845 dan support 1.680. Masuk di kisaran 1.680-1.690.
  4. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan reskomendasi trading buy. White candle menunjukkan kenaikan volume transaksi dan peningkatan momentum pada histogramnya. Akan tetapi, William%R-nya tampak jenuh beli. Resistance berada di 915 dan support di 840. Masuk di kisaran 870-890.
  5. PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), rekomendasi speculative buy. White candle menunjukkan kenaikan volume transaksi dan momentum pada pada histogramnya. Resistance berada di 232 dan support di 178. Masuk di kisaran 192-200.
Baca juga
Dekat dengan Luhut, Maruli Simanjuntak Calon Kuat Pangkostrad

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar