Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Stres Kerja Buat Wanita Lebih Beresiko Kena Serangan Jantung

Minggu, 12 Sep 2021 - 10:05 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Stres Kerja Buat Wanita Lebih Beresiko Kena Serangan Jantung - inilah.com
Perempuan Lebih Beresiko Serangan Jantung Akibat Tekanan Kerja

Waspada bagi para wanita yang mengalami stres kerja, gangguan tidur serta kelelahan. Hasi studi terbaru,  wanita dengan tiga faktor tersebut di atas berpotensi tinggi mengalami serangan jantung da stroke.

Dilansir laman The Sun, studi yang dipresentasikan pada Konferensi Organisasi Stroke Eropa ini membandingkan data dari 22.000 pria dan wanita Swiss antara 2007 dan 2017.

Hasil studi pun menemukan dua pertiga orang dewasa mengeluhkan stres akibat pekerjaan, yang mana sebanyak 66 persen terdeteksi pada 2017 dan 59 persen terdeteksi pada 2012.

Peningkatan jumlah orang dewasa yang mengeluhkan stres pekerjaan ini juga bersamaan dengan naiknya proporsi wanita yang bekerja penuh waktu selama periode tersebut, yakni dari 38 persen menjadi 44 persen.

Baca juga
Kini Miliki Perhiasan Berlian Tidak Harus Mahal

Sebanyak 1 dari 3 wanita atau sekitar 33 persen wanita merasa selalu lelah dan lemah dibandingkan dengan 26 persen pria. Selama penelitian ini, sebanyak 8 persen wanita lebih sering mengalami masalah tidur dibandingkan pria yang hanya 5 persen.

Tapi, risiko penyakit jantung yang dipicu oleh tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi masih lebih tinggi pada pria. Dr Martin Hänsel dari University of Zurich mengatakan, stres pekerjaan cenderung membuat pria sering merokok dan gemuk.

“Tetapi, perempuan melaporkan peningkatan yang lebih besar dalam faktor risiko non-tradisional untuk serangan jantung dan stroke, seperti stres kerja, gangguan tidur dan kelelahan,” ujar Dr Martin.

Baca juga
5 Rekomendasi Tas Laptop Ransel Wanita dan Tips Memilihnya

Para peneliti membandingkan data dari 22 ribu lelaki dan perempuan dalam Survei Kesehatan Swiss dari 2007, 2012, dan 2017, dan menemukan peningkatan ‘mengkhawatirkan’ dalam jumlah perempuan yang melaporkan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Tren ini bertepatan dengan peningkatan jumlah perempuan yang bekerja penuh waktu dari 38 persen pada 2007 menjadi 44 persen pada 2017.

Tinggalkan Komentar