Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

Studi: Antibodi dari Vaksin Pfizer Mungkin Berkurang Setelah 7 Bulan

Rabu, 06 Okt 2021 - 01:54 WIB
Studi: Antibodi dari Vaksin Pfizer Mungkin Berkurang Setelah 7 Bulan - inilah.com

Tingkat antibodi yang diperoleh dari vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech kemungkinan dapat berkurang setelah tujuh bulan, demikian temuan sebuah studi yang diterbitkan di bioRxiv, seperti dikutip Rabu (6/10/2021).

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis sampel darah dari 46 orang dewasa muda atau setengah baya yang sehat setelah mereka menerima dua dosis vaksin COVID-19, dan enam bulan setelah dosis kedua.

“Studi kami menunjukkan vaksin Pfizer-BioNTech menginduksi antibodi penetralisir tingkat tinggi, tetapi kemudian turun hampir 10 kali lipat dalam tujuh bulan,” kata para peneliti kepada Reuters.

Pada sekitar setengah dari orang dewasa yang diteliti, antibodi penetralisir tidak terdeteksi pada enam bulan setelah dosis kedua, terutama terhadap varian virus corona seperti Delta, Beta, dan Mu.

Baca juga
Minum Teh dan Kopi Bikin Panjang Umur, Begini Penjelasannya

Antibodi penetralisir hanya bagian dari pertahanan kekebalan tubuh terhadap virus tetapi sangat penting melindungi tubuh terhadap infeksi virus corona.

“Temuan ini menunjukkan pemberian dosis booster sekitar enam sampai tujuh bulan setelah imunisasi awal kemungkinan akan meningkatkan perlindungan,” kata para peneliti.

Sementara itu, pihak BioNTech seperti dikutip dari Financial Times mengatakan, formula vaksin baru kemungkinan akan dibutuhkan pada pertengahan 2022 untuk melindungi dari mutasi virus di masa depan.

“Tahun ini, (vaksin yang berbeda) sama sekali tidak dibutuhkan, tetapi pada pertengahan tahun depan, situasinya bisa berbeda,” kata Ugur Sahin, MD. Co-Founder dan CEO BioNTech.

Baca juga
Polisi Awasi 30 Titik di Bogor Saat Malam Tahun Baru

Dia menuturkan, virus corona akan tetap ada dan terus beradaptasi. Menurut dia, ini evolusi berkelanjutan yang baru saja dimulai.

Tinggalkan Komentar

×