Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

Suarakan Derita Rakyat, Demonstran Aksi 214 Teriak Jokowi Offside!

Kamis, 21 Apr 2022 - 15:22 WIB
1650526334750 - inilah.com
Mahasiswa dari sejumlah kampus menggelar unjuk rasa 214 di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2022).Foto: Inilah.com/Safarian Shah

Ratusan mahasiswa dari sejumlah kampus menggelar unjuk rasa 214 di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2022). Mereka meniup pluit dan mengangkat bendera offside untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna menyuarakan derita rakyat atas lonjakan berbagai harga barang kebutuhan pokok.

“Jokowi offside, Jokowi Offside, Jokowi offside!” teriak salah seorang orator sembari meniup pluit dan mengibarkan bendera.

Menurut Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan Abdul, beragam lonjakan harga antara lain terkait barang kebutuhan pokok terjadi saat ini.

“Naik naik BBM naik, tinggi tinggi sekali. Pajaknya naik. Kiri kanan ku lihat saja banyak rakyat sengsara,” kata Abdul.

Baca juga
Gara-gara Mahalnya Minyak Goreng, Pamor Jokowi Meredup Cepat

“Sebagai mahasiswa sewajibnya kita mengingatkan Jokowi rezim yang tak mau mendengar suara rakyatnya sendiri,” sambungnya.

Selanjutnya, Abdul juga mendorong, Presiden Jokowi menindak tegas bahkan memecat penjahat konstitusi yang meniupkan wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

“Jokowi jangan offside!,” pekiknya.

Kemudian, massa aksi terus mendesak untuk menyampaikan aspirasi di depan Istana Negara. Namun, pihak kepolisian hanya mengizinkan massa aksi menyampaikan aspirasi di kawasan depan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Polisi memasang pagar kawat berduri sehingga menutupi Jalan Medan Merdeka Barat, barrier raksasa yang berjejer dan menyiapkan sejumlah kendaraan taktis, seperti water canon.

Sejumlah aliansi organisasi mahasiswa menggelar unjuk rasa di Patung Kuda, tak jauh dari Istana Negara. Mereka menyuarakan 7 tuntutan, pertama tindak tegas para penjahat konstitusi dan tolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden. Kedua, turunkan harga kebutuhan pokok dan atasi ketimpangan ekonomi. Ketiga, menindak tegas segala tindakan represif terhadap masyarakat sipil dengan mekanisme ketat dan tidak diskriminatif. Keempat, wujudkan pendidikan ilmiah, gratis, dan demokratis. Kelima, sahkan RUU pro rakyat, tolak RUU pro oligarki. Adapun pin keenam dan ketujuh adalah wujudkan reforma agraria sejati serta tuntaskan seluruh pelanggaran HAM. [yud]

Tinggalkan Komentar