Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Subvarian COVID-19 ‘Kraken’ Gejalanya Ringan, PB IDI: Masyarakat Tetap Harus Prokes

Rabu, 25 Jan 2023 - 21:57 WIB
Penulis : Diana Rizky
Editor : Ibnu Naufal
Booster - inilah.com
Petugas saat menyuntikkan vaksin booster kedua pencegahan COVID-19 di Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (29/11/2022). (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

Subvarian COVID-19 baru XBB.1.5 yang disebut ‘kraken’ menjadi kasus dominan secara global. Ketua Satgas Covid PB IDI Erlina Burhan menyebut subvarian ‘kraken’ ini masuk dalam kategori penyakit yang sangat mudah menular.

“Jadi Kraken ini kan XBB1.5 ini banyak di Amerika, salah satu sifatnya yang disampaikan, karakteristik dari virus ini adalah sangat sangat mudah menular, jauh lebih mudah dibandingkan dengan varian apapun yang ada,” terang Erlina secara virtual dalam Media Briefing Satgas Covid PB IDI pada Rabu (25/1/2023).

“Tapi gejala atau keluhannya memang ringan saja, dan bahkan sebagian besar tidak ada keluhan,” sambungnya.

Baca juga
Menkes Sebut Lima Provinsi Tunjukkan Tren Penurunan Omicron

Lalu kini pemerintah Indonesia telah mengeluarkan surat edaran untuk masyarakat melakukan vaksinasi booster kedua, berkenaan dengan adanya subvarian ‘Kraken’ ini. Meski Erlina mengakui bahwa booster tak mampu mencegah 100 persen.

“Ya jadi tadi dikatakan bahwa booster ini mencegah jangan sampai kalau tertular jadi berat gitu ya, jadi tidak 100 persen bisa dikatakan booster ini pun bisa mencegah seseorang untuk tidak jadi sakit,” ujarnya.

“Karena vaksinasi bukan satu-satunya. Jadi tetap harus protokol kesehatan, harus meningkatkan sistem imun. Karena sesungguhnya ini pertarungan keseimbangan antara sistem imun dan keganasan dari virus,” lanjutnya.

Oleh karena itu, jika virusnya semakin banyak tentu akan mudah menginfeksi sehingga diperlukan imunitas yang tinggi. “Tapi kalau imunitasnya tinggi, virusnya sedikit ya kita tidak sakit,” ujar Erlina.

Baca juga
Pemerintah Swedia tak Izinkan Vaksinasi COVID-19 Anak Usia 5-11 Tahun

Tak hanya itu, ia juga menilai bahwa memang masyarakat saat ini sudah merasa jenuh dengan COVID maupun ajakan untuk melakukan vaksinasi.

“Mungkin masyarakat sudah jenuh, mungkin masyarakat sudah capek dengan berita COVID, vaksin, mari kita mengingatkan kembali kepada masyarakat tapi mungkin dengan cara-cara yang berbeda,” terangnya.

“Yang menyentuh, jangan menakut-nakuti, tapi lebih ke arah mengimbau dan menambah kesadaran masyarakat, untuk melakukan pencegahan terhadap dirinya atau memberikan proteksi terhadap dirinya,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar