Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Subvarian XBB dan BQ.1 Dominasi Kasus COVID-19 di Indonesia hingga 90 persen

Jumat, 02 Des 2022 - 23:43 WIB
Whatsapp Image 2022 12 02 At 7.00.04 Pm - inilah.com

Virus varian COVID-19 yakni XBB dan BQ.1 di Indonesia mendominasi kasus COVID-19 di Indonesia hingga 90 persen. Angka tersebut terungkap sejak 10 Oktober 2022. Angka ini merupakan hasil pemeriksaan dari 17.442 pasien yang saat ini tengah dalam perawatan di rumah sakit per periode 4 Oktober sampai 21 November 2022.

Ribuan pasien tersebut terkonfirmasi bergejala sedang, berat dan kritis. Dari jumlah tersebut menunjukkan pasien yang sudah melakukan vaksin booster hanya 29 persen saja.

Sedangkan di antaranya adalah pasien yang belum melakukan vaksin sama sekali sebesar 39 persen. Adapun pasien yang sudah di vaksin sampai booster ketiga, hanyalah 25 persen.

“Sekarang sejak 10 oktober sudah bergeser (tren COVID-19 dari omicorn), per tanggal akhir November di sini terlihat varian kasus BA5 sebesar 10 persen,  XBB dan BQ.1 ini besar sekali sampai 90 persen,” ujar Syharir, Jubir Kemenkes RI dalam temu media virtual di Jakarta pada Jumat (02/12/2022).

Baca juga
Pemerintah Perpanjang PPKM Jawa-Bali Hingga 3 Januari 2022

Jumlah pasien yang ia sebutkan menunjukkan, di antara pasien yang meninggal, 82 persen belum melakukan vaksin sama sekali. Artinya, hanya 18 persen pasien yang sudah melakukan vaksin booster dengan lengkap.

“Bisa dilihat ya, ada 40 sampai 50 persen kematian pada pasien di rumah sakit, merupakan kelompok yang belum divaksin dengan lengkap,” paparnya.

Ia mengatakan, upaya Kemenkes dalam menekan angka ini ialah memperbaiki penyebaran vaksinasi COVID-19 dengan total sasaran 234.660.20 orang. Saat ini, total vaksinasi primer 1 sebesar 86,51 persen, dan vaksin primer 2 sebesar 73,96 persen. Kemudian disusul dengan cakupan booster 1 sebesar 28,32 persen, dan booster kedua masih 3,88 persen.

Baca juga
Soal Gagal Ginjal Akut, Kemenkes Harus Investigasi Lebih Dalam

“Jadi dari September kemarin (vaksinasi) terus mengalami penurunan, terus alhamdulillah mulai dengan pertengahan November kemarin sampai Desember, angka ini sudah bergerak naik kembali ya,” tambahnya memaparkan.

Namun, dari 514 kabupaten/kota, masih ada 261 kabupaten/kota,  yang cakupan dosisnya masih dibawah 70 persen, per 1 Desember 2022. Menurutnya, inilah yang masih menjadi PR agar segera di selesaikan sesuai target.

6 Upaya Menuju Endemi COVID 19

Lebih lanjut, dokter Syahrir juga menyampaikan berbagai upaya menuju Endemi COVID 19, di antaranya;

  • Mengkomunikasikan risiko melalui sosialisasi kepada masyarakat bahwa pandemi COVID 19 masih ada
  • Melakukan vaksinasi 1, 2 dan booster
  • Memastikan kesiapan sistem pelayanan kesehatan dari hulu sampai hilir
  • Melakukan testing dan squensing
  • Selalu mempersiapkan antisipasi jika terjadi kelonjakan kasus
  • Tindakan pencegahan dan pengendalian secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Tinggalkan Komentar