Rabu, 17 Agustus 2022
19 Muharram 1444

Sudah Bayar Rp300 Juta, 46 Calon Haji Ditolak Masuk Arab Saudi

Senin, 04 Jul 2022 - 15:17 WIB
Haji
Jemaah Haji

Sebanyak 46 warga negara Indonesia (WNI) batal menjalankan niatnya untuk ibadah haji dan dipulangkan ke Tanah Air, meski telah mengeluarkan biaya sebesar Rp200 juta sampai Rp300 juta.

Puluhan WNI itu gagal menunaikan Rukun Islam ke-5 setelah kedapatan menggunakan visa tidak resmi. Sehingga mereka yang sempat terdampar di Bandara Internasional King Abdul Azis, Jeddah itu ditolak masuk oleh Pemerintah Arab Saudi.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsad Hidayat menjelaskan para WNI itu adalah calon haji furoda dan tidak masuk dalam kuota haji Indonesia melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

“Puluhan jemaah gagal masuk ke Arab Saudi karena identitas mereka tidak terdeteksi,” katanya.

Menurutnya, 46 jemaah itu memiliki visa yang bukan dari Indonesia melainkan negara lain yakni Singapura dan Malaysia. Mereka rela menggelontorkan uang sebesar Rp200 juta-Rp300 juta demi berangkat haji tanpa harus antre sekian tahun.

Baca juga
Pasca Idul Adha, Mentan SYL Sidak Stok dan Harga Pangan di Pasar Kota Makassar

Mereka para jemaah diberangkatkan melalui agen travel PT Alfatih Indonesia yang beralamat di Bandung, Jawa Barat. Namun setelah diperiksa, perusahaan travel itu tidak terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag).

Mengenai hal ini, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Hilman Latief mengimbau kepada para calon jemaah haji agar lebih selektif memilih perusahaan travel atau setidaknya sudah resmi terdaftar di Kemenag.

Sehingga pihaknya bisa segera melakukan tindakan jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan dialami calon jemaah haji. “Kalau ada apa-apa kami bisa menegur perusahaan tersebut, kalau seperti ini kami tidak bisa apa-apa,” jelasnya.

Baca juga
Jelang Idul Adha, Kementan Turunkan Tim Pemantau Hewan Kurban

Meski begitu, pihak Kemenag juga tidak akan tinggal diam dan akan menindaklanjuti kasus pemulangan calon jemaah dengan melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan travel yang memberangkatkan 46 orang tersebut.

Sebelumnya, para calon haji furoda itu tertahan di Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah pada Kamis (30/6/2022) lalu. Puluhan calon jemaah haji itu tidak diperkenankan kakinya menginjak Tanah Suci lantaran visa haji mereka tidak terdaftar bahkan berbeda dengan paspor yang dibawa.

Visa haji mereka bukan Indonesia melainkan dari Singapura dan Malaysia, sehingga pihak imigrasi tidak mengizinkan mereka keluar dari bandara. Saat ini 46 WNI itu telah dipulangkan ke Indonesia dan seluruhnya dipastikan dalam kondisi sehat.

Tinggalkan Komentar