Sudah Mulai Longgar, Kenapa Bukan PPKM Level 3 atau 2?

Sudah Mulai Longgar, Kenapa Bukan PPKM Level 3 atau 2?  - inilah.com
Foto: Internet

Pertanyaan: Kenapa masih level 4, padahal penyekatan sudah dibuka. Rumah sakit juga mulai longgar. Kenapa masih level 4, tidak level 3 atau 2? Kalau ada yang mau urus-urus persyaratan administrasi di instansi pemerintah bisa terhambat akibat kebijakan lanjutan perpanjangan PPKM level 4.

Jawaban:

 Juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan pengukuran level dari PPKM tergantung dua. Pertama, laju penularan Covid-19 kedua kapasitas respon perubahan yang terjadi sehari-hari.

 “Jadi kalau makin tinggi angka laju penularan dan kapasitas responnya terbatas maka levelnya menjadi 4 artinya perlu pengetatan maksimal,” kata Siti kepada Inilah.com.

Sementara itu kasus baru Covid-19 di Indonesia masih terbilang tinggi. Data Satgas Covid-19, hingga Kamis (19/8/2021) tambahan infeksi baru Covid-19 sebanyak 22.053 kasus. Sehingga total menjadi 3.930.300 kasus positif Covid-19. 

Jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 di Indonesia bertambah 1.492 orang total menjadi sebanyak 122.633 orang. Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 29.012 orang sehingga menjadi sebanyak 3.472.915 orang.

Longgar Lagi Resiko Rumah Sakit Penuh

Baca juga  Bangun Tidur Langsung Zoom atau Cuci Muka Dulu?

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan level empat adalah gabungan keadaan dimana penularan masyarakat ada di derajat empat dan kapasitas respon terbatas. 

“Level 4 ini adalah wabah tak terkendali dengan kapasitas respon kesehatan yang terbatas atau sudah tak memadai, sehingga memerlukan upaya ekstensif untuk menghindari penambahan,” kata Prof Tjandra Yoga.  

Menurutnya, memberikan beberapa tambahan pelonggaran lagi, tentu dengan konsekuensi kemungkinan kasus akan dapat meningkat lagi dan rumah sakit kembali penuh. 

“Pemilihan pelonggaran perlu dilakukan dengan amat hati-hati, tentu dilakukan secara bertahap dan dapat disesuaikan lagi dari waktu ke waktu kalau diperlukan. Di pihak lain, kegiatan yang masih harus melakukan pembatasan sosial haruslah dijalankan dengan ketat, jangan terbawa ikut longgar juga,” pungkasnya. 

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI itu menambahkan, upaya menekan penularan melalui implementasi ketat protokol kesehatan atau public health and social measures (PHSM) harus dilanjutkan dan diperkuat. Kalau sekiranya ada rencana meneruskan PPKM yang sekarang sedang berjalan, maka jaminan bantuan sosial perlu diberikan bagi semua yang terdampak. 

“Dengan meneruskan PPKM maka situasi yang mulai membaik akan menjadi lebih terkendali dan terjaga baik untuk tidak meningkat lagi,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar