Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Suguhan Empat Saham saat IHSG dalam Tekanan Negatif

Empat Saham saat IHSG dalam Tekanan Negatif - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang untuk melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan sesi kedua Kamis (3/2/2022). Menurut perkiraan analis, level support indeks berada di angka 6.645. Meski begitu, empat saham disuguhkan. Apa saja?

Pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini, IHSG melemah 0,40% ke level 6.680,68. Investor asing pada perdagangan hari ini  tercatat melakukan net buy hingga Rp86,72 miliar di pasar reguler.

Terdapat 5 saham yang paling banyak asing beli, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Astra International Tbk (ASII).

Sedangkan 5 saham yang ramai asing jual adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), LPPF, MPPA, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS siang ini ditutup melemah ke level 14.380 dari hari sebelumnya di level 14.355. Sementara yield Surat Utang Negara (tenor 10 tahun) tutup turun ke level 6,530% dari 6,527% pada hari sebelumnya.

Baca juga
Pabrikan Mobil Listrik China Nio Berhenti Beroperasi

Hendry Andrean, analis riset OCBC Sekuritas mengatakan, IHSG terlihat melemah pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini setelah sempat menguat di sesi pembukaan meski hanya sesaat. “Sementara itu bursa regional Asia lainnya terlihat bergerak mixed,” katanya dalam riset yang rilis Kamis (3/2/2022).

Kecemasan di Bursa Regional Asia

Bursa regional Asia, kata dia terpengaruh oleh kekhawatiran investor terhadap potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global. “Begitu juga dengan meningkatnya ketegangan geopolitik setelah AS menyatakan akan menambah jumlah pasukan di Eropa untuk mengantisipasi estimasi kehadiran 100 ribu pasukan Rusia yang mulai bergerak ke arah timur perbatasan Ukraina,” papar dia.

Selain sentimen negatif dari eksternal tersebut, menurut dia, IHSG mendapatkan sentimen negatif lain dari dalam negeri, yaitu terkait kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia. “Kasus Covid-19 harian di Indonesia terlihat cenderung meningkat dalam sepekan terakhir,” ucapnya.

Baca juga
The Fed Fokus Perangi Inflasi, Wall Street Berakhir Keok

Pada Selasa (2/2/2022) jumlah kasus Covid-19 harian di Indonesia telah mencapai 16.021 kasus. Angka tersebut juga tercatat mengalami kenaikan dari 10.185 kasus pada 31 Januari 2022 yang lalu. “Beberapa sentimen negatif tersebut pada akhirnya membuat IHSG mengalami profit taking pada perdagangan sesi pertama hari ini,” ungkap Hendry.

Mengacu pada kondisi tersebut, Hendry memperkirakan IHSG berpeluang untuk melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan sesi kedua. “Level support kami perkirakan akan berada di level 6,645,” tuturnya.

Saham-saham Pilihan OCBC Sekuritas

Lebih jauh, Hendry menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:

  1. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)

“Saham PWON kami perkirakan berpeluang untuk bergerak menguat terutama jika PWON mampu terus bergerak di atas level support kritikal 430,” ujarnya.

Baca juga
Cerita Deddy Corbuzier Kena Covid Hingga Hampir Meninggal

Secara teknikal, suppport berada di 430 dan resistance 468. Rekomendasi speculative buy untuk PWON di level 438-446.

  1. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

“BSDE kami perkirakan berpeluang untuk bergerak menguat terutama jika BSDE mampu terus bergerak di atas level support kritikal 910,” ucapnya.

Secara teknikal, support berada di 910 dan resistance 990. Rekomenasi speculative buy untuk BSDE di level 920-940.

  1. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)

“Saham WIKA kami perkirakan berpeluang untuk bergerak menguat terutama jika WIKA mampu terus bergerak di atas level support kritikal 1.030,” imbuhnya.

Secara teknikal, support berada di 1.030 dan resistance di 1.170. Rekomendasi speculative buy untuk WIKA di level 1.075-1.105.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar