Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Suharso: SpaceX Ingin Bangun Landasan Pesawat High Speed di Kaltim

Kamis, 13 Jan 2022 - 19:35 WIB
Suharso: SpaceX Ingin Bangun Landasan Pesawat High Speed di Kaltim

Tak sedang bercanda, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa bilang, SpaceX akan membangun tempat peluncuran pesawat berkecepatan tinggi di ibu kota negara (IKN) baru, Kalimantan Timur.

Dia bilang, perusahaan penerbangan luar angkasa asal AS itu, ngebet betul meminta lahan untuk tempat peluncuran pesawat terbang berkecepatan tinggi. “Ketua Pansus (IKN) sudah datang ke SpaceX di Los Angeles, AS. Di sana mereka meminta Indonesia salah satu titiknya di IKN untuk tempat peluncuran pesawat terbang dengan kecepatan luar biasa,” ungkap Suharso dalam Rapat Kerja dengan DPR, Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Selain di ibu kota baru, kata Ketum PPP ini, SpaceX milik miliarder Elon Musk ini, kepincut membuat landasan pesawat terbang highspeed di Pulau Biak, Papua. Alasannya, ibu kota negara baru tepat di garis ekuatorial, atau khatulistiwa. “Mereka melihat bahwa kekayaan khatulistiwa salah satunya adalah untuk peluncuran itu,” jelasnya.

Baca juga
Keputusan Politik Suharso di Pilpres Menentukan Nasib PPP ke Depannya

Dengan meletakkan landasan pesawat terbang tersebut, Suharso mengklaim penerbangan dari Indonesia menuju AS, hanya perlu kurang dari dua jam. “Jadi dari Indonesia ke AS mungkin cuma satu jam setengah atau dua jam, tapi mudah-mudahan tidak mampir ke kutub utara, karena itu dianggap sangat mungkin dan dari situ muncul bandara yang membawanya ke Singapura dan wilayah Asia lainnya,” ucapnya.

Sebelumnya, wacana pembangunan lokasi peluncuran roket SpaceX bergema awal tahun lalu. Lokasi peluncuran akan dibangun di Desa Saukobye, Kabupaten Biak Numfor, Papua, dengan lahan seluas 1 juta meter persegi.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), yang saat ini sudah melebur ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyampaikan pembangunan bandara antariksa SpaceX masih dalam tahap pembahasan awal. Bandara antariksa tersebut dikabarkan telah masuk ke dalam draft Rencana Induk Penyelenggaraan Keantariksaan 2016-2040.

Tinggalkan Komentar