Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Suku Bunga The Fed dan Tensi AS-Rusia Kompak Buat IHSG Lesu Darah

Whatsapp Image 2022 01 11 At 14.24.08 - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Hingga penutupan Selasa (25/1/2022) sore nanti, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal berkubang di zona merah. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan ketegangan politik AS-Rusia menjadi pemicunya.

Pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini IHSG ditutup melemah 1,47% ke level 6.557,31. Investor asing tercatat melakukan net sell hingga Rp173,01 miliar di pasar reguler.

Adapun 5 saham yang paling banyak dibeli asing adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Astra International Tbk (ASII).

Sedangkan 5 saham yang ramai dijual asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS siang ini ditutup melemah ke level 14.361 dibandingkan hari sebelumnya di level 14.340. Sementara yield Surat Utang Negara (tenor 10 tahun) ditutup turun ke level 6.492% dari 6.502% pada hari sebelumnya.

Baca juga
Latah Ikuti Bursa Saham, Bitcoin Terjun Bebas ke Terendah Sejak Januari 2022

Hendry Andrean, analis riset OCBC Sekuritas mengatakan, IHSG kembali melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan sesi pertama hari ini. IHSG kembali ditutup melemah dengan besaran pelemahan yang signifikan atau lebih dari 1%.

“Pelemahan IHSG kali ini juga sejalan dengan tren pelemahan yang juga terlihat pada bursa regional Asia lainnya pada perdagangan hari ini. Dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap peluang kenaikan suku bunga acuan The Fed pada pertemuan dua hari The Fed yang akan dimulai malam ini hingga besok malam,” katanya dalam riset dikutip Selasa (25/1/2022).

The Fed juga, lanjut Hendry, dikabarkan akan melakukan kenaikan suku bunga acuan cukup agresif demi meredam tren kenaikan inflasi di AS yang cukup tajam. Bank sentral AS tersebut dikabarkan akan menaikkan suku bunga acuan hingga 4 kali tahun ini.

Baca juga
Foto: Kemendag Pastikan Pasokan Daging Ayam Selama Ramadan 2022 Surplus

Selain itu, sentiment negatif lain juga datang dari kembali meningkatnya tensi ketegangan politik antara AS dan Rusia. Ini terkait kekhawatiran potensi Rusia melakukan invasi ke Ukraina di mana kehadiran kekuatan militer AS dan Rusia di sekitar perbatasan Ukraina terus meningkat.

Sementara perbincangan damai di antara AS dan Rusia masih juga belum mencapai titik temu. “Berdasarkan tekanan sentiment negatif yang ada, kami perkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan sesi kedua nanti dengan potensi level support bagi IHSG di sesi dua kami perkirakan akan berada di level 6.530,” ungkap Hendry.

Hendry pun menyodorkan beberapa saham pilihan seabgai bahan pertimbangan bagi para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:

  1. PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

“ADRO kami perkirakan berpeluang untuk mengalami konsolidasi, namun level 2.120-2.150 kami perkirakan berpeluang untuk menjadi level support kuat bagi ADRO,” ujarnya.

Baca juga
Din Syamsuddin Resmi Dirikan Partai Pelita, 'Bersama untuk Semua'

Secara teknikal, support ADRO berada di 2.120 dan resistance di 2.370. Rekomendasi buy on weakness untuk ADRO di level 2.120-2.150.

  1. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)

“Saham MNCN kami perkirakan masih berpeluang untuk begerak dalam tren menguat terutama jika MNCN mampu terus bergerak di atas level support kritikal 840-850,” tuturnya.

Secara teknikal, support MNCN berada di 840 dan resistance di 890. Rekomendasi speculative buy untuk MNCN di level 860-875.

  1. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

“Saham TOWR kami perkirakan berpeluang untuk mengalami konsolidasi, namun level 1.030 kami perkirakan berpeluang menjadi support kuat bagi TOWR,” ucapnya.

Secara teknikal, support IHSG berada di 1.030 dan resistance 1.105. Rekomendasi buy on weakness untuk TOWR di level 1.030-1.035.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar