Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Suporter Inggris Pakai Simbol Hina Umat Islam di Qatar, FIFA Meradang

Sabtu, 26 Nov 2022 - 07:20 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Seorang penggemar Inggris berpakaian seperti tentara salib di Piala Dunia Qatar, (Foto: Shutterstock/Hasan Bratic)
Seorang penggemar Inggris berpakaian seperti tentara salib di Piala Dunia Qatar, (Foto: Shutterstock/Hasan Bratic)

Tak hanya pernak pernik pelangi simbol LGBT yang dilarang di Piala Dunia 2022. FIFA telah melarang suporter mengenakan kostum perang salib di Qatar.

Melansir CNN, Sabtu (26/11/2022) dua pendukung Inggris terlihat mengenakan kostum crusader atau tentara perang Salib, jelang laga melawan Iran. Keduanya langsung petugas gelandang, yang berjumlah empat orang.

Dua fans berkostum tentara perang salib itu mengenakan kostum lengkap. Ia membawa pedang dan perisai bertuliskan St. George. Pendukung itu kemudian dilarang masuk stadion.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat salah satu pendukung Inggris tak boleh masuk stadion. Terlihat petugas menyuruh keduanya pergi dari stadion.

Baca juga
Ketum PSSI Punya Bukti Baru Soal Dugaan Pengaturan Skor

FIFA mengatakan, kostum itu memang menjadi hal yang tak boleh beredar di Piala Dunia 2022. Sebab, konteks historis kostum yang menjadi simbol menghina umat Islam dan melukai umat muslim.

“Kostum Tentara Salib dalam konteks Arab, dapat menyinggung Muslim. Itulah mengapa rekan-rekan antidiskriminasi meminta para penggemar untuk mengenakan pakaian dalam atau berganti pakaian,” kata FIFA.

Seperti Hitler

Robert Carter, jurnalis dan produser di kantor Press TV London mengatakan, fans Inggris perlu mengerti, pergi ke Timur Tengah dengan berpakaian tentara salib ia nilai sama seperti pergi ke Jerman dengan berpakaian seperti Hitler. Karena tentara Salib membantai umat Islam.

Baca juga
Riset: Industri Halal Berpotensi Dongkrak PDB US$5,1 Miliar per Tahun

“(Kostum salib) juga mempromosikan simbol Kristen, orang suci, salib dll tidak akan orang Arab terima,” katanya melalui akun Twitternya, Sabtu (26/11/2022).

Perang Salib sendiri terjadi pada Abad ke-11 hingga 17, di mana banyak peperangan antaragama terjadi. Salah satunya terjadi pada tahun 1096 sampai tahun 1271, di mana Tentara Salib berusaha merebut Tanah Suci dari umat Muslim.

Selain kostum crusader, FIFA juga sempat melarang ornamen seperti bendera dan apa pun berwarna pelangi simbol dukungan LGBT. Qatar, selaku tuan rumah Piala Dunia 2022, melarang keberadaannya dengan tegas. Namun kabar terakhir, FIFA mengizinkan pernak-pernik pelangi masuk ke stadion.

Tinggalkan Komentar