Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Survei Indikator: Persepsi Positif Terkait Pembenahan BUMN Meningkat

Senin, 11 Jul 2022 - 22:16 WIB
Bumn - inilah.com
Gedung Kementerian BUMN - ist

Direktur Ekekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, usaha Menteri BUMN Erick Thohir dalam membenahi kementeriannya mendapatkan persepsi positif dari masyarakat.

Ini diketahui setelah dilakukan survei nasional dalam rentang 16-24 Juni 2022, dengan menempatkan sebanyak 1.200 responden.

Dari hasil survei, menurut Burhanuddin, sebanyak 51,5 persen masyarakat mendukung langkah Erick Thohir melakukan bersih-bersih BUMN. Rating tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan temuan April 2022, yakni sekadar 39,5 persen.

“Persepsi positif terkait pembenahan BUMN terus mengalami peningkatan,” kata Burhanuddin saat memaparkan hasil survei bertajuk Evaluasi Publik terhadap Kinerja Pemerintah dalam Bidang Ekonomi, Politik, Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi secara virtual, Senin (11/7/2022).

Baca juga
Ngawur, Anak Buah Erick Thohir Klaim Tambahan 8,7 Juta Lapangan Kerja

Saat menjabat Menteri BUMN, 23 Oktober 2019, Erick Thohir berjanji menghadirkan program pembenahan BUMN. Usaha Erick Thohir kini menuai banyak apresiasi.

Salah satu yang menarik perhatian adalah terjadi peningkatan laba optimal. Jika semula untung BUMN sekadar berada di angka Rp 13 triliun, dampak program pembenahan menjadikan laba yang diperoleh mencapai Rp 126 triliun.

“Usaha-usaha yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat tentu akan langsung mendapat dukungan publik. Ini yang terlihat dari program pembenahan BUMN, di mana persepsi positifnya terus meningkat,” ungkap Burhanuddin.

Keputusan Erick Thohir menggandeng Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam pembenahan BUMN juga menuai banyak apresiasi. Pada Januari lalu, Erick Thohir menyerahkan laporan hasil investigasi sejumlah perusahaan pelat merah kepada Jaksa Agung.

Baca juga
Kongsi Bisnis dengan China, Krakatau Steel Amsyong, Terancam Bangkrut Bulan Ini

Laporan tersebut kini berbuah penyidikan di Kejaksaan Agung, seperti dugaan korupsi pengadaan pesawat di Garuda Indonesia, kasus Jiwasraya dan Asabri, termasuk dugaan korupsi di Krakatau Steel dan Waskita Beton Precast.

Tinggalkan Komentar