Selasa, 29 November 2022
05 Jumadil Awwal 1444

Survei Pj Gubernur Jakarta, Bahtiar Ungguli Heru Budi dan Marullah

Sabtu, 01 Okt 2022 - 16:39 WIB
Penulis : Wiguna Taher
Grafis Pj Gubernur - inilah.com
Grafis : Inilah.com

Lembaga Trust Indonesia, Sabtu (1/10/2022) merilis survei key opinion leader terkait calon Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta.  Hasilnya, nama Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar unggul di antara dua calon Pj Gubernur lainnya.

“Dari survei itu, hasilnya Bahtiar berada di peringkat teratas dengan tingkat kepuasan kinerja 76,2 persen. Kemudian disusul Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali 52,4 persen, dan Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono 36,1 persen,” ujar Ahmad Fadli, peneliti Trust Indonesia dalam diskusi bertajuk “Pj Gubernur Jakarta dan Upaya Meredam Polarisasi Politik”, Sabtu (1/10/2022).

Survei dilakukan secara online dalam rentang waktu 3 hari yaitu pada tanggal 28-30 September 2022. Populasi survei adalah responden pakar (expert) yang dianggap memiliki pengetahuan mendalam mengenai tiga calon Pj Gubernur DKI Jakarta 2022. Responden terdiri dari 8 profesi yaitu birokrat, akademisi, pengusaha, tokoh masyarakat, kalangan media, aktivis mahasiswa, LSM dan pengamat politik.

Baca juga
Anies Perlu Jaga Komunikasi dengan Parpol

“Nama Pak Bahtiar unggul dari tingkat kinerja, mulai dari kapasitas dan integritas, pengalaman, anti korupsi dengan tingkat kepuasan 76,2 persen,” kata Fadli lagi.

Maka, kata Fadli, kalau dilihat dari hasil key opinion leader maka para expert yang diwawancarai itu mengarah kepada dua calon Pj Gubernur yakni, Bahtiar dan Marullah Matali. Hasil dari survei menunjukkan, calon Pj Gubernur DKI Jakarta terbaik adalah Bahtiar dengan 59,8 persen, Marullah Matali 35,7 persen, dan Heru Budi Hartono dengan 4,5 persen.

“Untuk key opinion leader kita tidak perlu menggunakan jumlah responden seperti survei popularitas atau elektabilitas karena untuk opinion leader disini kita mengunci kepada expert saja dan tidak harus KTP DKI Jakarta. Tetapi mereka yang paham dan mengetahui kinerja atau mengetahui profil dari ketiga calon Pj Gubernur DKI,” jelas Fadli.

Baca juga
Kasus COVID-19 di DKI Tambah 720 Orang

Sebagai informasi, teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling (non-probability sampling) dengan merumuskan kriteria spesifik yang akan diteliti terlebih dahulu.

Tinggalkan Komentar