Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Survei PSI: Airlangga Masyarakat Pilih Jadi Capres Karena Berprestasi

Selasa, 22 Nov 2022 - 20:26 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Survei PSI: Airlangga Masyarakat Pilih Sebagai Capres Karena Punya Prestasi
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers soal kegiatan KTT APEC di Thailand - Foto: Dok Kemenko Perekonomian

Panel Survei Indonesia (PSI) mengatakan, masyarakat Indonesia akan memilih seorang tokoh yang memiliki prestasi sebagai calon pemimpin 2024. Hal ini sesuai dengan hasil surver jajak pendapat yang lembaganya lakukan pada bulan Oktober 2022.

PSI pada 27 Oktober hingga 12 Noverber 2022 melakukan survei dengan tema Pengaruh Pemulihan Ekonomi terhadap Preferensi Masyarakat pada Pemilu 2024. Survei ini menjadi preferensi masyarakat dalam menentukan pilihannya di Pemilu 2024 baik parpol maupun calon presiden.

Direktur Eksekutif PSI, Ahmad Loksukon mengatakan dalam survei ini pihaknya mengukur soal kecenderungan publik yang dipengaruhi oleh kinerja penanggulangan COVID-19 dan pemulihan ekonomi. Dalam survei itu sudah terlihat masyarakat sudah memiliki ukuran yang jelas dalam memilih toko sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

“Hasil survei menunjukan sebanyak 79,6 persen menyatakan puas dengan hasil kinerja pemulihan ekonomi nasional akibat dampak COVID-19 di mana perekonomian di level bawah dan menengah mulai bangkit dan bergairah. Sementara 14,1 persen tidak puas sementara 6,3 persen tidak menjawab,” ujar Ahmad Loksukon dalam keterangan tertulis, Selasa (22/11/2022).

Baca juga
China Longgarkan Pembatasan, Harga Minyak Tembus US$121 per Barel

PSI melakukan survei ini dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka. Responden diambil dari sampel di 34 Provinsi. Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih.

Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) sebanyak 2.100 responden. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar kurang lebih 2,14 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Ahmad menjelaskan, sebanyak 70,2 persen masyarakat ingin sosok presiden yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam menangani perekonomian negara dan pembangunan nasional. Selanjutnya sebanyak 15,7persen memiliki sosok yang terkenal dan 14,1 persen masyarakat memilik sosok yang merakyat.

Baca juga
Selamatkan Ekonomi, Warga NU Diimbau Kompak Perangi COVID-19

“Hasil Survei menunjukan bahwa preferensi publik jika Pilpres digelar hari ini, nama Airlangga Hartarto menjadi kandidat terkuat presiden Indonesia. Sebanyak 19,7 persen responden memilih Airlangga Hartarto melalui pertanyaan terbuka,” ujarnya.

Untuk sosok terkuat kedua berada pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranomo dengan perolehan 11,6 persen. Selanjutnya posisi ketiga ada Prabowo Subianto dengan perolehan 11,3 persen dan Anies Baswedan dengan 9,7 persen.

Dia mengatakan, hasilnya yang sama pihaknya peroleh dengan cara menyodorkan sejumlah nama secara tertutup dengan pertanyaan yang sama. Hasilnya Airlangga Hartarto kembali kandidat terkuat dengan 25,3 persen dan pada posisi kedua diraih Ganjar Pranowo 17,2 persen. Sementara Prabowo Subianto mendapatkan 16,8 persen, Anies Baswedan 6,4 persen, Puan Maharani 5,2 persen, Erick Thohir 4,1 persen, dan Muhaimin Iskandar 2,4 persen.

Baca juga
Jangan Abaikan 5 Gejala COVID-19 Varian Omicron Ini

“Jika pilpres digelar hari ini dengan pertanyaan tertutup Airlangga Hartarto dipilih sebanyak 25,3 persen. Hal ini tentu menjadi pilihan masyarakat untuk memilih tokoh yang memang punya kemampuan dalam manangani perekonomian negara, yang berdampak positif terhadap perekonomian keluarga masyarakat dibandingkan dengan memilih sosok yang populer karena pencitraan,” jelasnya.

Tinggalkan Komentar