Minggu, 04 Desember 2022
10 Jumadil Awwal 1444

Survei SMRC, Masyarakat Ingin Rusia Diundang dalam KTT G20 di Bali

Rabu, 31 Agu 2022 - 11:52 WIB
Img 4402 - inilah.com
Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Menkopolhukam Mahfud MD, dan pejabat terkait meninjau lokasi Konferensi Tingkat Tinggi G20 di The Apurva Kempinski Bali, Lot 4, Nusa Dua, Bali pada Selasa (30/8/2022). Foto: Antara

Survei SMRC menyebutkan mayoritas publik Indonesia setuju agar Rusia hadir dalam KTT G20 yang digelar pada November 2022 di Bali. Survei tersebut dirilis dalam tayangan melalui kanal YouTube SMRC TV, Selasa (30/8/2022) kemarin.

Dalam survei yang diberi tajuk “KTT G20 dan Perang Rusia-Ukraina”, Direktur Riset SMRC Deni Irvani, menyebutkan sebanyak 78% responden setuju agar pemerintah mengundang Rusia. Sedangkan 14% menyatakan tidak setuju. “Sedangkan 8% tidak menjawab,” kata Deni.

Survei digelar secara tatap muka pada 5-13 Agustus 2022. Populasi survei sebanyak 1220 responden, warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Sedangkan margin of error diperkirakan ± 3,1% pada tingkat kepercayaan 95%.

Baca juga
Invasi Ukraina, Berapa Banyak Senjata Nuklir yang Dimiliki Rusia?

Menurut Deni, survei menunjukkan bahwa mayoritas publik atau mencapai 81% mengetahui Indonesia menjadi Presidensi G20. Masyarakat mendukung Indonesia menjadi tuan rumah dan memiliki hak mengundang Rusia. Sebanyak 13% responden menjawab Rusia tidak boleh hadir karena berkonflik dengan Ukraina. “Masih ada 5 persen yang tidak menjawab,” ujarnya.

Kendati demikian, mayoritas publik mengetahui konflik Rusia-Ukraina turut menyebabkan terjadinya kenaikan harga pangan dan energi yang tentu berdampak pada Indonesia. Deni menyebutkan dari 63% responden yang tahu terjadinya perang Rusia-Ukraina, sebagian besarnya (56%) pernah mendengar pandangan bahwa perang tersebut telah mengakibatkan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok terutama makanan dan energi seperti bahan bakar minyak (BBM) dan gas.

Tinggalkan Komentar