Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Surya Paloh Tepis Tudingan NasDem Langgar Etika, Siap Menghadap Jokowi

Rabu, 26 Okt 2022 - 22:47 WIB
Paloh Anies - inilah.com
Anies Baswedan dan Surya Paloh berpelukan dalam deklarasi Capres 2024 Partai NasDem di NasDem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022). (Foto: Inilah.com/ Agus Priatna)

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menepis tudingan partai yang dibesutnya melanggar etika lantaran menggelar deklarasi capres. Dia mengaku siap menghadap Presiden Jokowi untuk mengonfirmasi tudingan itu.

Bos Media Group meyakini isu tersebut diembuskan oleh pihak luar Istana. Dia merasa Presiden Jokowi tidak pernah menyinggung NasDem yang memiliki tiga kursi di kabinet, melanggar etika lantaran menjadi partai pendukung pemerintah yang gelar deklarasi capres.

“Enggak pernah saya dengar presiden bilang NasDem melanggar etika, kalau presiden mengatakan NasDem jelas melanggar etika, saya pasti akan datang ketemu dan saya tanya apanya melanggar etika?” tutur Paloh, di Wisma Nusantara, Jakarta, Rabu (26/10/2022).

Baca juga
Teriakan Masyarakat Indonesia Warnai Kedatangan Presiden Jokowi di Jerman

Paloh sampai saat ini berkeyakinan bahwa kabar tak sedap itu datang bukan dari Presiden Jokowi. Figur Jokowi yang ia kenal tak mungkin menyatakan hal seperti itu. “Siapa itu? Tokoh mana yang ngomong-ngomong? Saya tidak tahu itu. Tapi bukan kelas seorang Jokowi yang saya kenal,” tegas Paloh.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan langkah NasDem gelar deklarasi secara etis tak selaras lagi dengan parpol koalisi pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin. Dia menilai ada risiko yang mesti ditanggung atas tindakan tersebut.

“Karena sudah mengumumkan suatu capres yang secara sadar, sehingga ini yang menimbulkan persoalan etika di dalam pemerintahan negara,” ujar Hasto belum lama ini.

Baca juga
Jalankan Program Kemitraan, Industri Sawit Dukung Instruksi Jokowi Sejahterakan Petani

Menurutnya, jalinan koalisi harus dirajut dengan soliditas, termasuk dalam mendelegasikan kadernya sebagai menteri di lingkaran koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin. “Ini yang terus kami kritisi meskipun dalam demokrasi dibuka ruang untuk mengkritik tetapi terkait dengan strategi pemerintahan ini, kan, diperlukan jajaran suatu kabinet yang solid, yang terlepas dari berbagai tarik menarik kepentingan pilpres,” tuturnya.

 

Tinggalkan Komentar