Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Syafruddin Kagumi Museum Sejarah Rasulullah

Rabu, 05 Jan 2022 - 14:54 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Syafruddin Kagumi Museum Sejarah Rasulullah

Ketua Yayasan Museum Nabi Muhammad Komjen Pol (Purn.) Dr. (HC) H. Syafruddin, M.Si kagumi Museum Sejarah Rasulullah. Hal ini terungkap saat dirinya saat mengunjungi Museum Sejarah Nabi Muhammad saw, di Masjid Nabawi.

Stafruddin menerima undangan khusus dari Liga Muslim Dunia (LMD) dan Yayasan Assalam. Undangan ini untuk mengunjungi Museum Sejarah Nabi Muhammad saw, di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, Saudi Arabia, Selasa (4/1/2022) waktu setempat.

Rombongan diterima Managing Direktur Cabang Madinah dari The International Fair and Museum of the Prophet’s Biography and Islamic Civilization, Dr. Sa’id AlQurashi didampingi Direktur Kerjasama External, Musfer Al-Wadhi’i, beserta tim.

Baca juga
Syafruddin Terpilih Jadi Wakil Presiden Dunia Melayu Dunia Islam

Mereka mewakili Sekertaris Jendral Liga Muslim Dunia (LMD) Atau Rabithah Alam Islami, Dr. Syekh Muhammad bin Abdulkarim al-Issa.

Hadir pula menyambut rombongan perwakilan Yayasan Wakaf Assalam, Syaikh Dr. Nashir Az Sahroni dan Kepala Kantor Gubernur Madinah, Syaikh Fahd Suhaimi.

Syafruddin Kagumi Museum Sejarah yang Baru Buka

H. Syafruddin, mengagumi Museum Sejarah Nabi Muhammad saw yang baru saja buka di madinah untuk umat muslim tersebut.

Museum ini merupakan cerminan dari kehidupan Nabi Muhammad saw. dan titik awal peradaban Islam yang sekarang telah menyebar di berbagai penjuru dunia.

Terdapat tampilan layar digital yang menarik dan menceritakan sejarah perjalanan hidup dan perjalanan dakwah Nabi Muhammad saw. Artefak yang tampil dalam museum tersebut wujud multidimensi yang tampak seperti nyata.

Baca juga
Foto: Syafruddin Silaturahmi ke Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta

Syafruddin menjelaskan, di dalam museum banyak ruangan yang menampilkan sejarah peperangan zaman rasulullah. Museum ini menampilkan puluhan lukisan dan instalasi seni interaktif yang tersedia dalam sejumlah bahasa.

Namun puluhan lukisan dan instalasi seni interaktif yang ada saat ini baru tersedia tujuh bahasa Arab, Inggris, Spanyol, Urdu, Prancis, Turki, dan Indonesia.

“Kita dapat mengetahui sejarah panjang serta tingkah laku Rasulullah semasa hidupnya. Tampilan yang disuguhkan seolah-olah kita terbawa dalam kehidupan Rasulullah yang nyata dalam penglihatan kita,” terang Syafruddin, yang juga Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Dalam kesempatan tersebut Syafruddin berencana akan membangun Museum Sejarah Rasullullah di Indonesia. Ini akan menjadi museum peradaban Islam pertama di dunia selain di Saudi Arabia.

Baca juga
Syafruddin Apresiasi Langkah Dubes Saudi untuk Pelayanan Haji dan Umrah Pasca-Pandemi

Bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada Rasulullah. Lokasinya di Jakarta sangat strategis. Bahkan akan lebih luas dari yang ada di Madinah.

Tinggalkan Komentar