Syarat Penerbangan Jawa-Bali Tetap Harus PCR, Luar Jawa-Bali Cukup Antigen

Syarat Penerbangan Jawa-Bali Tetap Harus PCR, Luar Jawa-Bali Cukup Antigen - inilah.com
foto istimewa

Masyarakat yang hendak bepergian khusus di wilayah Jawa-Bali menggunakan moda transportasi pesawat terbang tetap harus menyertakan bukti hasil negatif tes PCR tiga hari sebelum keberangkatan.

Ini sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 93 Tahun 2021. Peraturan baru tersebut sudah berlaku efektif terhitung mulai Kamis (28/10/2021) kemarin.

Selain bukti negatif tes PCR, para penumpang pesawat terbang juga wajib menunjukkan kartu/sertifikat vaksinasi COVID-19 minimal dosis pertama.

“Tujuannya untuk melindungi kita semua dari paparan COVID-19,” ujar Novie Riyanto, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Jumat (29/10/2021).

Dirinya menjelaskan, jika masyarakat hendak bepergian menggunakan pesawat terbang dengan tujuan masih di wilayah Jawa-Bali selama dua hari, maka cukup melakukan tes PCR satu kali saja. Dengan catatan tes dilakukan di hari yang sama saat keberangkatan.

Baca juga  Di Hadapan Buruh Akui Kenaikan UMP DKI Kecil, Anies Surati Menaker

Dua hari berikutnya, saat hendak kembali ke tempat asal, tidak perlu lagi melakukan tes PCR. Warga tersebut cukup menunjukkan hasil tes PCR yang sama saat berangkat. Begitu juga dengan perjalanan pergi-pulang (PP) yang menggunakan pesawat terbang di wilayah Jawa-Bali.

Sementara itu untuk masyarakat yang hendak bepergian antar daerah di luar wilayah Jawa-Bali menggunakan pesawat terbang, tes PCR tidak menjadi syarat yang wajib. Calon penumpang cukup menunjukkan hasil negatif tes antigen dengan 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Kebijakan tes antigen ini diambil berdasarkan pertimbangan yang matang di antaranya,
a. Masih sangat terbatasnya laboratorium PCR yang ada di beberapa kabupaten/kota terutama antar pulau di luar Jawa-Bali
b. Untuk menerapkan prinsip kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menerapkan protokol kesehatan, karena mobilitas masyarakat yang meningkat melalui moda transportasi umum
c. Untuk proses pengendalian dan antisipasi adanya potensi munculnya varian baru COVID-19.

Baca juga  Polda Metro Akan Perluas Titik Crowd Free Night

Selain itu penumpang juga wajib menunjukkan kartu/sertifikat vaksinasi COVID-19 minimal dosis pertama. Namun untuk syarat vaksinasi bagi calon penumpang terdapat pengecualian dan dibebaskan dari persyaratan.

Pertama penumpang yang masih di bawah usia 12 tahun dan didampingi orang tua. Kedua adalah memiliki kondisi kesehatan khusus dengan menyertakan surat keterangan dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan yang bersangkutan tidak dapat mengikuti program vaksinasi.

Sebelumnya syarat wajib PCR untuk penerbangan menjadi polemik di masyarakat lantaran biayanya yang terbilang tinggi dan sangat memberatkan masyarakat. Akhirnya pemerintah memutuskan untuk menurunkan tarif PCR yang sebelumnya dibanderol Rp450 ribu hingga Rp1 juta, kini biayanya tidak boleh lebih dari Rp275 ribu.

Baca juga  Marah-Marah Terus, Mensos Risma Harus Dievaluasi

Tinggalkan Komentar

Syarat Penerbangan Jawa-Bali Tetap Harus PCR, Luar Jawa-Bali Cukup Antigen

Syarat Penerbangan Jawa-Bali Tetap Harus PCR, Luar Jawa-Bali Cukup Antigen - inilah.com
foto istimewa

Masyarakat yang hendak bepergian khusus di wilayah Jawa-Bali menggunakan moda transportasi pesawat terbang tetap harus menyertakan bukti hasil negatif tes PCR tiga hari sebelum keberangkatan.

Ini sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 93 Tahun 2021. Peraturan baru tersebut sudah berlaku efektif terhitung mulai Kamis (28/10/2021) kemarin.

Selain bukti negatif tes PCR, para penumpang pesawat terbang juga wajib menunjukkan kartu/sertifikat vaksinasi COVID-19 minimal dosis pertama.

“Tujuannya untuk melindungi kita semua dari paparan COVID-19,” ujar Novie Riyanto, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Jumat (29/10/2021).

Dirinya menjelaskan, jika masyarakat hendak bepergian menggunakan pesawat terbang dengan tujuan masih di wilayah Jawa-Bali selama dua hari, maka cukup melakukan tes PCR satu kali saja. Dengan catatan tes dilakukan di hari yang sama saat keberangkatan.

Baca juga  Inggris: China Bahayakan Stabilitas Kawasan Soal Taiwan

Dua hari berikutnya, saat hendak kembali ke tempat asal, tidak perlu lagi melakukan tes PCR. Warga tersebut cukup menunjukkan hasil tes PCR yang sama saat berangkat. Begitu juga dengan perjalanan pergi-pulang (PP) yang menggunakan pesawat terbang di wilayah Jawa-Bali.

Sementara itu untuk masyarakat yang hendak bepergian antar daerah di luar wilayah Jawa-Bali menggunakan pesawat terbang, tes PCR tidak menjadi syarat yang wajib. Calon penumpang cukup menunjukkan hasil negatif tes antigen dengan 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Kebijakan tes antigen ini diambil berdasarkan pertimbangan yang matang di antaranya,
a. Masih sangat terbatasnya laboratorium PCR yang ada di beberapa kabupaten/kota terutama antar pulau di luar Jawa-Bali
b. Untuk menerapkan prinsip kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menerapkan protokol kesehatan, karena mobilitas masyarakat yang meningkat melalui moda transportasi umum
c. Untuk proses pengendalian dan antisipasi adanya potensi munculnya varian baru COVID-19.

Baca juga  Di Hadapan Buruh Akui Kenaikan UMP DKI Kecil, Anies Surati Menaker

Selain itu penumpang juga wajib menunjukkan kartu/sertifikat vaksinasi COVID-19 minimal dosis pertama. Namun untuk syarat vaksinasi bagi calon penumpang terdapat pengecualian dan dibebaskan dari persyaratan.

Pertama penumpang yang masih di bawah usia 12 tahun dan didampingi orang tua. Kedua adalah memiliki kondisi kesehatan khusus dengan menyertakan surat keterangan dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan yang bersangkutan tidak dapat mengikuti program vaksinasi.

Sebelumnya syarat wajib PCR untuk penerbangan menjadi polemik di masyarakat lantaran biayanya yang terbilang tinggi dan sangat memberatkan masyarakat. Akhirnya pemerintah memutuskan untuk menurunkan tarif PCR yang sebelumnya dibanderol Rp450 ribu hingga Rp1 juta, kini biayanya tidak boleh lebih dari Rp275 ribu.

Baca juga  Provinsi Luar Jawa-Bali Tak Ada Lagi PPKM Level 3-4

Tinggalkan Komentar