Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Tahun Depan Wong Cilik Makin Susah, Sembako Mahal Ditambah Listrik Naik

Kamis, 02 Des 2021 - 01:29 WIB
Meteranlistrik - inilah.com
Pencatat meteran listrik

Tahun depan, pemerintah ancang-ancang mengerek naik tarif listrik. Ini pagebluk ekonomi bagi wong cilik. Penghasilan naik secuil, harga barang dan tarif listrik naik pula.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rida Mulyana membeberkan rencana kenaikan tarif setrum untuk 13 golongan non-subsidi mulai 2022. Keputusan ini menyambung bahasan pemerintah dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR yang akan melakukan penyesuaian tarif listrik atau tariff adjustment.

Rida memaparkan, kemungkinan kenaikan tarif listrik tersebut. Landasannya, jika kondisi pendemi Covid-19 membaik di Indonesia, wacana tersebut akan dilaksanakan mulai tahun depan.
“Apakah ada tariff adjustmen?, kita sepakat dengan banggar DPR kalau sekiranya covid-19 membaik, maka kemudian kemaren kita sepakat dengan DPR bahwa kompensasi dan tariff adjustment akan diberikan selama enam bulan saja. Dan kemudian tarifnya harus disesuaikan,” kata dia.

Baca juga
Kerjanya Apa? DPR Tegur Keras Bos PLN Soal Over Supply

Ia menyebutkan, penyesuaian tarif ini akan berlaku bagi 13 golongan pelanggan non subsidi. Dalam penentuannya, akan mengikuti pergerakan tiga faktor. Diantaeanya pergerakan kurs, harga minyak mentah dunia, dan tingkat inflasi.

“Apakah itu sudah berjalan? Dulu itu sejak 2015 yang disebut tariff adjustment itu (sudah berjalan), malah kita sebutnya automatic tariff adjustmenr, tanpa kita sampaikan, PLN sudah melakukannya mengikuti tiga parameter tadi,” tutur Rida.

Namun, dengan berbagai pertimbangan, pada 2017 pemerintah menyetop sementara penyesuaian tarif listrik tersebut. Tujuannya guna menjaga daya beli masyarakat dan meningkatkan daya saing industri. “Meski hak PLN untuk adjust, tapi pemerintah bisa intervensi,” kata dia.

Sementara itu, 25 golongan lainnya yang masuk ke dalam kategori subsidi akan menerima bantuan dari pemerintah. Ia menyebutkan yang termasuk dalam golongan itu diantaeanya UMKM, Mushola kecil, gereja kecil, dan sektor sosial termasuk pemerintahan.

Baca juga
Ada Momentum Ramadan, Bhima Sarankan Sri Mulyani Tunda Kenaikan PPN di Bulan Aprill

“Biasanya disepakati oleh parlemen setiap tahun, kita wajib sediakan subsidi itu dan ada upaya kita terkait itu berkutat di data penerima, jangan sampai (subsidi) tak tepat sasaran. Intinya oemerinrah tak ada pemikiran kurangi subsidi, tapi membuat subsidi lebih tepat sasaran,” tuturnya.

 

Tinggalkan Komentar