Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Tahun Macan Air, Lapangan Sapi PHKT Mencoba Peruntungan Gas

Sabtu, 01 Jan 2022 - 14:15 WIB
Tahun Macan Air, Lapangan Sapi PHKT Mencoba Peruntungan Gas

Tepat pukul 00.00 Wita, atau 1 Januari 2022 yang bershio macan air, lapangan Sapi di Kalimantan Timur, mencoba peruntungan.

Sumur gas bumi yang letaknya di Samboja, Kalimantan Timur, dikelola PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), kembali beroperasi. “Untuk awal ini kita produksikan 8 juta standar kaki kubik (million metric standard cubic feet, MMSCFD),” kata General Manager Zona 10 PHKT Raam Krisna, di Balikpapan, Jumat (31/12/2021).

Saat ini, kata dia, PHKT sudah mengembangkan Lapangan Sapi dengan 7 sumur dari semula hanya 3 di tahun 2018. Bahkan lapangan ini akan terus dimaksimalkan dan diperkirakan akan bisa mengeluarkan gas hingga 30 juta MMSFD gas pada masa puncaknya nanti.

Baca juga
Hingga Juni 2022, Produksi Minyak Nasional Capai 616,6 Ribu Barel

Karena itu, kata Raam, PHKT sudah memulai pengeboran untuk sumur berikutnya. Saat ini sudah dalam pengeboran Sumur B-219.

Di sisi lain, Raam mengungkapkan, bahwa pengaktivan atau pengoperasian kembali Lapangan Sapi saat ini merupakan percepatan dari jadwal. Semula diperhitungkan Lapangan Sapi baru bisa beroperasi dalam kuartal II-2023. “Tapi semangat teman-teman untuk menambah produksi luar biasa. Ditambah lagi dukungan SKK Migas dan Pemkab Kutai Kartanegara,” kata Raam.

Ia juga menambahkan bahwa reaktivasi Lapangan Sapi telah membuka peluang untuk dilaksanakannya operasi lintas batas dengan anak perusahaan Pertamina lainnya,

Sementara,produksi PEP Lapangan Bunyu berhasil ditingkatkan dengan target 3 sumur masing-masing menghasilkan 300-350 BOPD (barrel oil per day),

Dari 3 sumur tersebut, saat ini sudah 2 sumur selesai, yakni sumur B-217 dan BN-57, kemudian satu yang saat ini sedang proses drilling dapat segera memberikan kontribusi produksinya juga.

Baca juga
SKK Migas Bak Bebek Lumpuh, AEPI: Sri Mulyani Harus Beri Teguran Keras

Menghadapi tahun 2022, Raam menegaskan, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan seluruh anak perusahaannya, akan terus berkolaborasi, berintegrasi, dan bersinergi untuk memenuhi target pemerintah 1 juta barrel di tahun 2030.

Tinggalkan Komentar