Tak Ada Peringatan Dini, Korban Semeru Mengaku Tidak Siap

Pengungsi - inilah.com
foto istimewa

Warga yang tinggal di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang mengaku tidak menerima tanda-tanda peringatan erupsi Gunung Semeru.

Karena ketika itu masyarakat sedang melakukan aktivitasnya seperti biasa. Sehingga pada saat erupsi terjadi masyarakat panik dan beberapa orang terjebak di dalam rumah.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang pengungsi bernama Abdul Manaf. “Tidak ada peringatan apapun kalau Semeru akan meletus. Kalau memang kami diberi tahu akan erupsi, tentunya masyarakat sudah siap,” ujarnya, Minggu (5/12/2021).

Dirinya yang tinggal di Sumbersari itu mengaku terjebak di dalam rumahnya bersama keluarga saat suasana gelap gulita saat lava panas menyelimuti wilayah tersebut. Di saat yang sama terjadi banjir lahar dingin dan lava turun disertai hujan yang mengguyur.

Baca juga  16 Korban Luka Bakar Erupsi Semeru Masih Dirawat, 6 di Antaranya Kritis

“Tiba-tiba cuaca seperti malam hari, sudah gelap gulita. Saya ada di halaman rumah, kemudian saya tarik anak saya masuk ke dalam rumah lalu pintu saya tutup. Saya sudah pasrah dan khawatir saat itu dan merasa sudah tidak akan selamat,” tuturnya.

Beberapa menit waktu berlalu, dari suasana gelap akhirnya terlihat cahaya terang. Ia dan keluarga pun keluar dari rumahnya untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman bersama masyarakat lainnya.

Tinggalkan Komentar